KALIMANTAN TIMUR — Langkah besar restrukturisasi BUMN mulai menunjukkan hasil nyata di kas negara. Dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026, Jumat (14/8), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penghematan biaya overhead telah menembus angka Rp 50 triliun.
"Dengan perampingan BUMN, hari ini saja kita sudah menghemat biaya overhead sekitar Rp 50 triliun hanya dari biaya gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas," ujar Prabowo di hadapan para anggota dewan.
Jumlah tersebut ditargetkan masih akan bertambah. Pemerintah membidik total penghematan hingga Rp 70 triliun sampai akhir tahun ini.
Prabowo menegaskan dana hasil efisiensi ini tidak akan menguap begitu saja. Penghematan yang dicapai pemerintah, sejatinya bisa dialokasikan untuk membangun fasilitas yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.
Prioritas pembangunan disebutkan mencakup pembangunan puskesmas, sekolah, hingga program renovasi rumah untuk rakyat. Dengan kata lain, setiap pemangkasan biaya operasional perusahaan negara diarahkan untuk memperkuat layanan sosial dasar.
Di balik angka penghematan tersebut, terdapat keputusan tegas untuk menutup ratusan badan usaha. Prabowo mengonfirmasi pemerintah telah menutup 290 BUMN dari total 1.074 BUMN yang sebelumnya beroperasi di Indonesia.
Angka itu dipastikan akan terus bertambah. Pemerintah menargetkan hanya sekitar 300 BUMN yang tersisa pada penghujung tahun ini.
"Kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup," jelas dia dalam pidatonya.
Kebijakan ini diambil bukan tanpa alasan. Prabowo menegaskan pemerintah hanya akan mempertahankan perusahaan yang benar-benar produktif dan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan," ujarnya.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa era BUMN yang membebani anggaran negara akan segera berakhir, digantikan oleh korporasi yang lebih ramping dan efisien.