10 Spot Foto Instagramable di Kalimantan Timur, dari Derawan hingga Kampung Dayak Pampang

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 26 Juli 2026 | 17:46:01 WIB
Pemandangan Pulau Derawan di Kabupaten Berau menampilkan pasir putih dan penyu hijau yang kerap terlihat di sekitar dermaga.

Kalimantan Timur memiliki lanskap yang beragam—pantai tropis, hutan hujan, dan kampung tradisional. Bagi Anda yang mencari sudut foto berbeda, sepuluh destinasi ini bisa menjadi andalan. Tak perlu khawatir soal akses; sebagian besar sudah cukup dikenal wisatawan.

1. Pulau Derawan – Pasir Putih dan Penyu

Pulau Derawan di Kabupaten Berau adalah ikon bahari Kaltim. Airnya jernih, pasirnya putih, dan penyu hijau sering terlihat di sekitar dermaga. Sore hari, cahaya matahari menciptakan siluet dramatis di atas laut.

Akses dari Kota Berau menggunakan speedboat sekitar 30 menit. Waktu terbaik adalah antara April hingga Oktober ketika ombak tenang. Bawa kamera bawah air atau setidaknya ponsel anti-air untuk mengabadikan penyu.

2. Pulau Kakaban – Danau Ubur-Ubur Tanpa Sengat

Kakaban memiliki danau air payau yang dihuni jutaan ubur-ubur tak bersengat. Fenomena ini langka dan hanya ditemukan di beberapa tempat di dunia. Anda bisa berenang di antara ubur-ubur sambil berfoto dari permukaan atau dalam air.

Spot ini berada dalam gugusan Kepulauan Derawan. Banyak paket tur yang menggabungkan Kakaban, Derawan, dan Maratua. Jangan sentuh ubur-ubur meski tak berbahaya—cukup nikmati pemandangan.

3. Pulau Maratua – Laguna dan Tebing Kapur

Maratua menawarkan laguna tersembunyi di tengah pulau, dikelilingi tebing kapur yang menjulang. Airnya berwarna hijau toska, kontras dengan batuan putih. Pemandangan paling ikonik ada di laguna yang bisa diakses lewat perahu kecil.

Untuk foto udara, tebing di sisi timur pulau memberikan perspektif spektakuler. Waktu berkunjung pagi hari agar cahaya tidak terlalu keras.

4. Danau Labuan Cermin – Air Bening Ganda

Danau ini terkenal karena airnya setenang cermin, memantulkan pepohonan di sekitarnya. Yang unik, danau memiliki dua lapisan air—asin di bawah, tawar di atas. Anda bisa berenang atau naik perahu kecil untuk mengambil foto refleksi.

Labuan Cermin terletak di Desa Labuan Kelambu, Berau. Letaknya tidak jauh dari pusat kota. Datanglah pagi hari saat air masih tenang dan belum banyak pengunjung.

5. Bukit Bangkirai – Jembatan Kanopi di Atas Hutan

Tepat di kawasan Taman Hutan Raya Bukit Soeharto, Bukit Bangkirai memiliki jembatan kanopi yang menggantung di antara pepohonan. Dari sini Anda bisa memotret hamparan hutan hujan tropis dari ketinggian sekitar 30 meter.

Spot ini cocok untuk foto landscape dan potret. Lokasinya sekitar 60 kilometer dari Balikpapan. Gunakan sepatu yang nyaman karena harus berjalan kaki di atas jembatan.

6. Taman Nasional Kutai – Hutan Hujan Kalimantan

Taman Nasional Kutai di Kutai Timur menyimpan keanekaragaman hayati lengkap. Treetop walk dan jalur tracking di Sangkima menjadi latar alami yang instagramable. Anda bisa berfoto di antara pohon raksasa atau di tepi sungai.

Akses masuk dari Bontang atau Sangatta. Waktu terbaik adalah pagi hari untuk melihat satwa liar dan cahaya tembus dedaunan. Jangan lupa obat anti nyamuk.

7. Museum Mulawarman – Bangunan Kolonial dan Relief Sejarah

Museum ini berdiri di bekas istana Kerajaan Kutai Kartanegara. Arsitektur kolonial Belanda berpadu dengan ornamen lokal. Halamannya dipenuhi patung dan relief yang cocok untuk foto vintage.

Museum terletak di Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Tiket masuk sangat terjangkau. Waktu terbaik siang hari saat cahaya masuk ke dalam ruangan.

8. Pantai Melawai – Sunset di Balikpapan

Pantai Melawai adalah ruang publik populer di Balikpapan. Garis pantai yang panjang dan kursi-kursi taman menjadikannya tempat favorit untuk foto santai. Saat senja, langit berwarna jingga dan oranye memantul di air.

Lokasi di pusat kota, dekat dengan hotel dan pusat perbelanjaan. Datanglah sekitar pukul 17.00 untuk mendapatkan golden hour. Pantai bersih dan aman untuk anak-anak.

9. Kampung Dayak Pampang – Budaya dan Tarian Tradisional

Kampung Dayak Pampang di Samarinda menampilkan kehidupan suku Dayak asli. Rumah adat lamin, patung totem, dan pertunjukan tari Hudoq bisa Anda abadikan. Warna-warna kostum dan ukiran kayu memberikan background eksotis.

Kampung ini sekitar 30 menit dari pusat Kota Samarinda. Pertunjukan biasanya digelar pada akhir pekan. Hormati adat setempat dan minta izin sebelum memotret warga.

10. Air Terjun Tembak – Air Terjun Bertingkat di Berau

Air Terjun Tembak terletak di Kecamatan Sambaliung, Berau. Aliran airnya membentuk undakan-undakan alami di atas batu. Kolam di bawahnya cukup dangkal untuk berendam dan berfoto dengan latar air terjun.

Perjalanan dari pusat Berau memakan waktu sekitar satu jam dengan kendaraan. Musim kemarau air lebih jernih. Bawa baju ganti dan alas kaki anti selip karena batu licin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Spot mana yang paling mudah diakses dari Balikpapan?
Pantai Melawai dan Bukit Bangkirai adalah yang terdekat. Keduanya bisa dijangkau dengan kendaraan darat dalam 1-2 jam.

2. Apakah perlu keahlian khusus untuk berfoto di Kepulauan Derawan?
Tidak. Sebagian besar spot bisa dinikmati dengan kamera ponsel. Untuk foto bawah air, gunakan housing atau kamera khusus.

3. Kapan waktu terbaik berkunjung ke Kalimantan Timur?
Antara Maret hingga Oktober adalah musim kemarau. Hindari Desember-Februari yang rawan hujan deras dan gelombang tinggi.

4. Apakah ada biaya masuk ke tempat-tempat ini?
Beberapa lokasi seperti Bukit Bangkirai, Museum Mulawarman, dan Kampung Dayak Pampang memungut retribusi kecil. Cek langsung ke tempatnya untuk tarif terbaru.

5. Bagaimana transportasi menuju Kampung Dayak Pampang?
Dari Samarinda, naik angkutan kota atau ojek menuju arah Jalan Pampang. Perjalanan sekitar 20-30 menit. Anda juga bisa menggunakan taksi online.

Kalimantan Timur menawarkan lebih dari sekadar batubara dan hutan. Setiap spot foto di atas mempunyai karakter dan cerita sendiri. Pilih yang sesuai dengan gaya Anda, dan pastikan untuk menjaga kebersihan serta menghormati lingkungan setempat.

Reporter: Dimas Prasetyo
Back to top