Pemprov Kaltim Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Muara Badak, Dorong Ekonomi Pesisir Lewat Produk UMKM

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 14:17:31 WIB
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji bersama kelompok nelayan dan pemuda menanam 10.000 bibit mangrove di Muara Badak untuk mendorong ekonomi pesisir.

KUTAI KARTANEGARA — Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan bahwa pelestarian mangrove bukan sekadar agenda seremonial. Ia menyebut aksi tanam massal ini adalah gerakan nyata yang wajib didukung semua pihak, dari kelompok nelayan hingga pemuda setempat.

"Apa yang dilakukan kelompok nelayan maupun pemuda di Muara Badak dalam mengembangkan mangrove ini sangat luar biasa dan wajib didukung penuh oleh seluruh lapisan masyarakat serta pemerintah daerah," ujar Seno Aji di lokasi, Rabu.

Benteng Ekologis yang Multiguna

Seno Aji menjelaskan dua fungsi krusial hutan mangrove bagi wilayah pesisir Kaltim. Pertama, sebagai benteng ekologis yang mereduksi abrasi pantai. Kedua, menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen untuk menjaga kualitas udara.

Saat ini, konsentrasi hutan mangrove terbesar di Kaltim berada di dua kabupaten. Di Kutai Kartanegara meliputi Marangkayu, Delta Mahakam, hingga Samboja. Sementara di Berau, kawasan utara seperti Biduk-Biduk dan Tanjung Batu menjadi andalan.

Mangrove Bisa Jadi Sumber Ekonomi Baru

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menambahkan bahwa mangrove tak hanya menjaga habitat biota laut. Ia mendorong agar tanaman ini diolah menjadi produk UMKM inovatif yang meningkatkan kesejahteraan warga pesisir.

"Tanaman mangrove tidak hanya mendukung ekosistem laut, tetapi juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Saat ini, mangrove dapat diolah menjadi berbagai produk inovatif UMKM," jelas Aulia Rahman Basri.

Rangkaian kegiatan Hari Mangrove Sedunia 2026 di Kaltim juga mencakup pameran produk UMKM pesisir. Makanan, kerajinan, dan produk bernilai ekonomi tinggi dari buah serta daun mangrove dipamerkan tanpa merusak pohonnya.

Kaltim Jadi Titik Fokus Rehabilitasi Nasional

Sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kaltim menjadi salah satu titik fokus utama rehabilitasi mangrove nasional. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim telah menetapkan Pantai Lamaru, Balikpapan sebagai lokasi penanaman 2.200 bibit mangrove yang terkoneksi dengan gerakan serentak nasional.

Selain penanaman, kegiatan kelas lapangan interaktif digelar untuk memperkenalkan spesies mangrove kepada pelajar. Tujuannya menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini di kalangan generasi muda.

Puncak peringatan Hari Mangrove Sedunia secara nasional jatuh pada 26 Juli 2026. Kementerian Lingkungan Hidup menginstruksikan aksi menanam pohon mangrove serentak di seluruh pesisir Indonesia pada pukul 07.00 WITA, dengan pusat komando di Bali.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top