KALIMANTAN TIMUR — Sebagai spin-off pertama seri Splatoon yang hadir di Nintendo Switch 2, game ini meninggalkan mode PvP kompetitif dan beralih ke misi raid yang bisa dimainkan sendiri atau bersama tiga teman. Saya memainkan game ini dalam mode solo selama sepekan lebih untuk review ini, dan satu hal yang langsung terasa: inti permainan Splatoon tetap utuh dan menyenangkan.
Alih-alih bertarung di arena Splatsville, kamu akan menyisir Kepulauan Spirhalite untuk mencari harta karun sambil memperbaiki kapal markas. Misi raid terbagi dalam beberapa jenis: dari pertarungan bos satu babak hingga misi salvage di mana kamu harus mengumpulkan Power Eggs untuk membuka harta karun raksasa.
Setiap raid yang berhasil memberikan perlengkapan baru, komponen gadget, dan material crafting. Sistem gadget yang bisa di-craft dan di-upgrade — dengan tiga jenis Ink Tank (Speed, Power, Tactical) — memberikan kedalaman strategi yang cukup. Saya sering sengaja berburu Salmonid tertentu hanya untuk mendapatkan komponen upgrade.
Yang paling membuat saya ketagihan adalah siklus: selesaikan raid, kembali ke kapal untuk upgrade perlengkapan, lalu keluar lagi untuk menguji senjata baru. Ritme ini terasa sangat memuaskan, persis seperti yang dijanjikan genre looter shooter.
Ini adalah game Splatoon terbaik secara visual. Berjalan di Nintendo Switch 2, game ini menawarkan 60 frame per detik di resolusi 4K tanpa satu pun penurunan performa — bahkan saat layar dipenuhi Salmonid. Warna tinta yang berubah setiap kali kamu kembali ke kapal markas menjadi detail kecil yang menyegarkan.
Bioma yang bervariasi — dari pantai tropis hingga puncak bersalju — memberikan pemandangan yang patut dihentikan sejenak. Deep Cut (Shiver, Frye, Big Man) juga menemani sepanjang perjalanan dengan dialog yang memperkaya lore dunia Splatoon.
Meski ritme cepat permainan berhasil menyembunyikan kebosanan, beberapa pulau di akhir permainan mulai terasa repetitif. Struktur misi yang mirip-mirip bisa membuat sesi panjang terasa membosankan. Saya sempat beberapa kali berhenti di tengah sesi karena lelah dengan pola musuh yang itu-itu saja.
Selain itu, tidak adanya mode PvP kompetitif mungkin mengecewakan pemain yang datang dari Splatoon 3. Meski co-op 4 pemain secara lokal dan online cukup solid, game ini jelas lebih cocok untuk mereka yang mencari pengalaman PvE.
Splatoon Raiders adalah adaptasi yang sukses dari formula kompetitif ke mode PvE. Mekanik crafting dan upgrade memberikan kedalaman baru, sementara performa visual di Switch 2 membuatnya terasa seperti generasi baru yang sesungguhnya. Game ini sangat cocok untuk pemain yang ingin bermain santai tanpa tekanan PvP, atau yang ingin bermain bersama teman secara kooperatif.
Namun, jika kamu datang untuk kompetisi atau berharap variasi misi yang lebih kaya di akhir game, kamu mungkin akan merasa sedikit kecewa. Untuk penggemar setia Splatoon atau mereka yang mencari game co-op seru di Switch 2, ini adalah pembelian yang sangat direkomendasikan.