BONTANG — Komandan Batalyon Arhanud 7/ABC, Letkol Arh Bayu Adiwisuda, memastikan dirinya ikut serta dalam satgas yang akan diberangkatkan ke perbatasan. “Sebanyak 350 personel itu termasuk saya. Ini merupakan suatu kehormatan bagi kami karena dipercaya mengemban tugas menjaga perbatasan negara,” katanya.
Latihan digelar di Bontang dengan materi yang dirancang bertahap. Wakil Komandan Latihan Kolonel Inf Rudy Sandry menjelaskan, selama dua pekan pertama personel difokuskan pada pengenalan dan penguasaan senjata tanpa penembakan. Setelah itu, mereka menjalani latihan menembak sebagai penyegaran sebelum diterjunkan ke daerah operasi.
Menurut Rudy, pembekalan tidak melulu soal taktik tempur. Prajurit dibekali pengetahuan tentang penanganan pelintas batas ilegal, pencegahan penyelundupan, hingga pengamanan patok batas negara. “Yang kami siapkan bukan hanya kemampuan tempur. Prajurit juga harus memahami prosedur hukum di perbatasan, penanganan pelintas batas ilegal, sampai memastikan patok batas negara tetap berada pada posisinya,” ujarnya.
Daerah penugasan mencakup Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) di Kalimantan Timur hingga sejumlah wilayah di Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan Malaysia.
Selain mengamankan wilayah, Satgas Yon Arhanud 7/ABC juga membawa program pembinaan teritorial. Mereka akan mendukung pendidikan Paket A, B, dan C melalui koordinasi dengan pemerintah daerah setempat. “Kami sudah berkoordinasi dengan dinas terkait agar program itu bisa berjalan,” jelas Bayu.
Dinas Kesehatan turut digandeng untuk menyediakan obat-obatan dalam layanan kesehatan gratis. Bantuan buku, alat tulis, dan tas sekolah juga disiapkan bagi anak-anak di wilayah perbatasan. “Menjaga perbatasan bukan hanya soal keamanan wilayah. Kami juga ingin memastikan negara hadir bagi masyarakat melalui pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan teritorial selama bertugas di sana,” pungkas Bayu.
Setelah menjalani tugas selama kurang lebih satu tahun, seluruh personel akan kembali ke satuan dan digantikan oleh regu berikutnya.