SAMARINDA — Pemerintah Kota Samarinda memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) dan energi di wilayahnya tetap aman menjelang periode permintaan tinggi. Wakil Wali Kota Saefuddin Zuhri langsung turun ke lapangan untuk mengecek rantai pasok di sejumlah titik strategis.
“Selain pasokan yang melimpah, mayoritas harga komoditas pangan strategis di pasar juga mulai menunjukkan tren penurunan yang signifikan,” kata Saefuddin dalam keterangannya di Samarinda, Kamis.
Saefuddin memulai sidak dari Jalan AM Sangaji untuk meninjau distributor bahan pokok dan kacang-kacangan. Ia kemudian melanjutkan pemeriksaan ke Jalan Sentosa untuk memantau distributor telur, bawang, beras, serta fasilitas distribusi BBM dan elpiji. Rombongan juga menyambangi Pasar Merdeka dan Planet Swalayan untuk mengecek harga eceran serta berdialog langsung dengan pedagang.
Dari hasil pengecekan, distributor saat ini lebih banyak mendatangkan beras dari Pulau Jawa karena harganya lebih kompetitif dan kualitasnya stabil. Sementara itu, stok gula dan minyak goreng terpantau melimpah. Bahkan, stok kedelai di Samarinda saat ini mencapai 250 ton.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan di beberapa distributor, stok tersedia bahkan lebih dari cukup,” ujarnya.
Selain pangan, Saefuddin memberikan perhatian serius pada kelancaran distribusi energi. Saat meninjau fasilitas elpiji dan BBM di Jalan Sentosa, ia meminta pihak pengelola segera melakukan peremajaan sarana yang sudah tua. Ia menyoroti kran pengisian minyak dan elpiji yang tidak berfungsi maksimal, sehingga kerap memicu antrean panjang di kalangan masyarakat.
“Kami memberikan perhatian pada sistem penyalurannya ditambah beberapa peralatan sudah cukup lama sehingga perlu peremajaan atau perbaikan agar pelayanan semakin optimal,” jelas Saefuddin.
Pemkot Samarinda menilai penurunan harga minyak goreng, telur, bawang merah, bawang putih, cabai, hingga gula sebagai sinyal positif bagi pengendalian inflasi. Namun, pemerintah tetap waspada agar penurunan ini tidak berujung deflasi yang justru merugikan peternak atau petani.
Di sisi lain, Saefuddin mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi potensi lonjakan permintaan komoditas tertentu ke depan. “Saat ini harga telur masih relatif stabil. Namun, kita harus mengantisipasi potensi kenaikan harga seiring meningkatnya permintaan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depannya,” jelas Saefuddin.