Pemkot Samarinda Perketat Pengawasan LPG 3 Kg dan Cabai, Sidak Gudang Distributor Dijadwalkan 17 Juli 2026

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 15 Juli 2026 | 14:29:01 WIB
Antrean warga membeli LPG 3 kilogram di pangkalan Samarinda masih terjadi akibat kendala teknis barcode yang hilang atau terblokir.

SAMARINDA — Antrean panjang di pangkalan LPG 3 kilogram masih terjadi di sejumlah titik Kota Samarinda, meskipun Pertamina menjamin stok aman dengan ketersediaan 20 metrik ton di SPBE dan pasokan harian yang lancar. Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri menyebut kendala teknis seperti barcode hilang atau terblokir menjadi penyebab utama kepanikan warga.

"Pertamina sudah menjamin stok LPG di Samarinda aman. Namun, di lapangan masih ada antrean dengan alasan barcode hilang atau terblokir, kendala teknis seperti itu harus tuntas," kata Saefuddin usai menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Samarinda, Selasa.

Pertamina Siagakan Petugas Lapangan di Pangkalan

Menanggapi evaluasi tersebut, perwakilan Pertamina berkomitmen memperketat pengawasan di tingkat pangkalan dengan menyiagakan petugas lapangan. Langkah ini bertujuan memastikan LPG subsidi mengalir tepat sasaran dan tidak bocor ke pengecer yang tidak terdaftar.

Stok Telur Aman, Tapi Produksi Lokal Baru Penuhi Setengah Kebutuhan

Di sektor pangan, Perumda Varia Niaga melaporkan stok telur ayam ras sebanyak 23 ribu butir dalam kondisi aman meski ada kenaikan biaya distribusi. Namun, tantangan struktural masih membayangi: kebutuhan telur di Kalimantan Timur mencapai 4 juta butir per hari, sementara produksi lokal baru mampu menyuplai 1,9 juta butir.

Untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar pulau, Pemkot Samarinda menginisiasi penambahan 5.000 ekor ayam petelur di Kabupaten Penajam Paser Utara mulai Agustus 2026. Ini merupakan tahap awal menuju target 100 ribu ekor yang akan dibarengi dengan pengembangan pakan alternatif.

Cabai Mulai Melimpah, Warga Didorong Tanam Mandiri

Kabar positif datang dari sektor hortikultura. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda Aji Syarifah Zulaiha menyebut hasil panen cabai di kawasan Makroman dan Tanah Merah mencatat peningkatan produktivitas signifikan berkat pendampingan berkelanjutan. Komoditas cabai selama ini kerap menjadi pemicu utama inflasi.

Melihat potensi ini, Saefuddin Zuhri mendorong Gerakan Tanam Cabai Mandiri secara masif. "Masyarakat diharapkan bisa menanam cabai secara mandiri di pekarangan rumah atau lingkungan perumahan. Jadi, kebutuhan harian bisa dipenuhi dari kaki sendiri," ujarnya.

Inflasi 3,53 Persen, Bensin hingga Beras Jadi Motor Utama

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda, inflasi tahunan (year-on-year) bertengger di angka 3,53 persen dengan inflasi bulanan (month-to-month) sebesar 0,72 persen. Komoditas seperti bensin, angkutan udara, bawang merah, bawang putih, beras, ikan layang, daging ayam ras, dan minyak goreng masih menjadi motor utama inflasi.

Sidak Gabungan 17 Juli, Targetkan Penimbunan dan Hambatan Logistik

Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Samarinda Nadya Turisna menyebut instruksi Wali Kota Samarinda meminta seluruh OPD mempercepat program intervensi pasar. Langkah yang diambil meliputi Gerakan Pangan Murah (GPM), Operasi Pasar Murah (OPM), pemantauan harga harian, penguatan kerja sama antardaerah (KAD), kajian subsidi logistik, hingga pembentukan stok penyangga.

Sebagai aksi konkret, Pemkot Samarinda menjadwalkan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang distributor pangan strategis pada Jumat, 17 Juli 2026. Sidak gabungan akan melibatkan OPD terkait, Bulog, Pertamina, Perumda Varia Niaga, hingga Satgas Pangan. Tujuannya memotong potensi penimbunan barang, mengurai hambatan logistik, dan memastikan harga kebutuhan pokok di Kota Tepian tetap stabil serta terjangkau masyarakat.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top