JAKARTA — Munas VI ABP-PTSI yang mengusung tema “Penguatan Peran Badan Penyelenggara Menuju PTS Unggul, Berdampak, dan Berkelanjutan” dibuka secara resmi oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) RI, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. Forum ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus panggung strategis bagi para pengelola yayasan pendidikan tinggi swasta untuk merumuskan arah kebijakan ke depan.
Ketua ABP-PTSI Kalimantan Timur, dr. Krisdinata, AIFO.K, memimpin langsung delegasi Kaltim. Ia didampingi Dewan Pertimbangan Drs. H. Ramli Yahya, M.Hum, Dewan Pengawas H. Ismet Barakbah, S.E., M.M, Wakil Ketua Wilayah I Agus Setia Gunawan, serta Koordinator Bidang Humas, Publikasi, dan Dokumentasi Munanto, S.Pd.
Menurut dr. Krisdinata, Munas VI adalah momentum penting bagi badan penyelenggara untuk memperkuat peran strategis organisasi. Ia menekankan bahwa kontribusi perguruan tinggi swasta dalam pembangunan daerah dan nasional harus terus dipertajam.
“Munas ke-VI ini merupakan momentum penting bagi badan penyelenggara untuk memperkuat peran strategis. Kami berharap pelaksanaan Munas berlangsung kondusif dengan mengedepankan kepentingan bangsa, terutama dalam mempertajam peran perguruan tinggi swasta untuk mencerdaskan anak bangsa seantero Nusantara,” ujarnya.
Ketua Umum ABP-PTSI, Prof. Dr. Thomas Suyatno, menyebut Munas sebagai forum strategis untuk memperkuat kolaborasi. Ia mendorong agar hubungan antara badan penyelenggara, dunia usaha, dan pemerintah semakin erat.
“Kami senang sekali bisa bersilaturahmi dengan kawan-kawan se-Indonesia. Harapannya, Munas ini mampu memperkuat kolaborasi antar-badan penyelenggara, dunia usaha, maupun pemerintah dan para pemangku kepentingan agar organisasi ABP-PTSI semakin maju,” kata Prof. Thomas.
Hingga berita ini diturunkan, rangkaian acara Munas masih berlangsung. Agenda utama mencakup pembahasan program kerja organisasi dan penguatan kelembagaan untuk mendukung pengembangan PTS yang unggul dan berkelanjutan di seluruh Indonesia, termasuk di Kalimantan Timur.