BALIKPAPAN — Fenomena gelombang tinggi yang dipicu oleh Siklon Tropis Buffy dan monsun Australia kembali melanda kawasan pesisir Kota Balikpapan. Dalam dua kejadian terpisah di lokasi yang berdekatan, tiga unit rumah warga di Kelurahan Klandasan Ulu ambruk akibat terjangan air laut.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, menjelaskan bahwa pola angin monsun Australia menarik massa udara dari arah tenggara menuju barat laut. Kondisi ini semakin kuat akibat pengaruh Siklon Tropis Buffy yang berkembang di sekitar Laut Filipina bagian timur laut.
Menurut data BMKG, tinggi gelombang saat peristiwa terjadi mencapai 1,25 hingga 2 meter. Angka tersebut tergolong ekstrem untuk perairan Kalimantan Timur yang biasanya memiliki tinggi gelombang kurang dari 1,25 meter.
"Umumnya tinggi gelombang kurang dari 1,25 meter," ujar Huda, Senin (13/7/2026).
Secara geografis, perairan Kaltim relatif dangkal dan terlindungi gugusan pulau pada bagian selatan, seperti Jawa dan Nusa Tenggara. Hal ini menyebabkan wilayah tersebut jarang mengalami gelombang setinggi itu.
Fenomena ini berkaitan erat dengan musim kemarau yang tengah berlangsung. Pada periode ini, angin monsun Australia bertiup dominan dari arah timur menuju wilayah barat Indonesia.
"Kondisi ini meningkatkan risiko aktivitas sepanjang pesisir Balikpapan, terutama bagi nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil serta pelaku usaha sektor pariwisata," imbuhnya.
Meski tren tinggi gelombang mulai menurun seiring melemahnya Siklon Tropis Buffy yang bergerak memasuki daratan Tiongkok, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. "Kami memperkirakan tinggi gelombang dalam dua hingga tiga hari ke depan akan terus menurun hingga kurang dari 1,25 meter. Namun, kami tetap mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk waspada," tutur Huda.
Ia menambahkan, nelayan diminta memperhatikan laju angin ketika pergi melaut. Jika kecepatan angin melebihi 30 kilometer per jam, aktivitas di laut lepas tetap berisiko tinggi. (bro2)