SAMARINDA — Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, menilai Kalimantan Timur memiliki modal besar untuk menjadi pusat pembinaan olahraga nasional. Modal itu, kata dia, bukan hanya pada atlet yang sudah berprestasi, melainkan juga pada infrastruktur olahraga modern yang mulai bermunculan di daerah.
Pernyataan itu disampaikan Marciano saat meninjau Sports Center milik Ketua Umum KONI Kaltim masa bakti 2026–2030, H. Anderiy Syachrum, ST, di Samarinda, Minggu (12/7/2026). Kawasan seluas beberapa hektare itu memiliki fasilitas Aubry Padel, lapangan tenis, mini soccer, dan bulu tangkis.
Marciano menegaskan bahwa memiliki gedung megah dan lapangan berstandar internasional tidak otomatis melahirkan juara. Tantangan terbesar justru ada pada organisasi pembina olahraga yang harus mampu menyusun program latihan, kompetisi, dan pembinaan secara berjenjang.
“Fasilitas yang baik merupakan syarat bagi atlet berlatih. Pekerjaan rumahnya adalah adanya organisasi pembina olahraga, khususnya KONI Kalimantan Timur, yang memiliki program kerja untuk membina atlet,” tegas Marciano dalam keterangannya, Minggu.
Menurut Marciano, pembangunan fasilitas olahraga tidak boleh berhenti pada aspek fisik. Fasilitas harus menjadi pusat pembinaan yang mampu menjaring bibit atlet potensial sejak usia dini hingga berkembang menjadi atlet nasional dan internasional.
“Adanya fasilitas ini harus menjadi wadah bagi pecinta olahraga untuk berolahraga, sampai pada akhirnya menjadi seorang atlet elite nasional,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kaltim—pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, akademi, sekolah, hingga pengelola fasilitas swasta—untuk memperkuat sinergi. Kolaborasi itu disebutnya sebagai faktor penting dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan.
Kehadiran Sports Center milik Anderiy Syachrum dinilai Marciano sebagai contoh nyata kontribusi sektor swasta dalam mendukung kemajuan olahraga. Fasilitas itu tidak hanya menyediakan tempat berlatih, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat.
Marciano berharap model kolaborasi seperti ini bisa dikembangkan di daerah lain. Dengan sistem pembinaan yang terukur—mulai dari pencarian bakat, pelatihan rutin, penyelenggaraan kompetisi, hingga pengiriman atlet ke kejuaraan nasional dan internasional—fasilitas yang sudah tersedia bisa dimanfaatkan secara maksimal.
“Saya berharap Ketua Umum KONI Kalimantan Timur, Bapak Anderiy yang merupakan pemilik Sports Center, mampu berkolaborasi dengan seluruh pihak, khususnya pemilik fasilitas olahraga, dengan tujuan menjaring, menyaring, dan mengantar atlet meraih prestasi,” pungkas Marciano.