BALIKPAPAN — Hingga berita ini diturunkan, Abizar (11) belum ditemukan setelah terseret ombak saat berenang bersama tiga temannya di Pantai Kemala, Balikpapan, Sabtu (11/7/2026) pagi. Tiga anak lainnya berhasil diselamatkan oleh petugas Sabhara yang kebetulan berada di lokasi.
Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Nur Ngalim, mengonfirmasi bahwa keempat anak tersebut tengah berenang ketika tiba-tiba terseret arus ke tengah. “Tiga sempat diselamatkan oleh Sabhara, yang satu masih dalam pencarian atas nama Abizar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Dansat Brimob Polda Kaltim Kombes Pol Ronny Suseno melalui Danyon A Pelopor Kompol Iwan Pamuji menjelaskan, pencarian difokuskan di titik terakhir korban terlihat. Area operasi dibagi menjadi tiga sektor dalam radius 200 meter dari garis pantai untuk memaksimalkan penyisiran.
Brimob mengerahkan satu tim respons bencana yang dilengkapi perlengkapan keselamatan, termasuk life jacket. Selain Basarnas dan Brimob, tim gabungan juga melibatkan BPBD, Polairud, Sabhara, Lanal, dan relawan setempat.
Kompol Iwan mengimbau warga untuk tidak berenang di area Pantai Kemala karena arus laut yang kuat dan berbahaya. “Kami menghimbau warga agar tidak berenang di area tersebut karena arus kuat. Orang tua juga diminta lebih waspada saat mengajak anak ke pantai. Keselamatan anak adalah prioritas,” tandas Iwan.
Pantai Kemala dikenal sebagai salah satu destinasi wisata populer di Balikpapan, namun kerap memiliki arus bawah yang tidak terduga. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengunjung, terutama keluarga dengan anak-anak, untuk selalu mematuhi rambu keselamatan dan tidak berenang di area yang tidak diawasi petugas.
Petugas dari dinas sosial dan relawan telah memberikan pendampingan intensif kepada keluarga Abizar yang menunggu di tepi pantai. Operasi pencarian masih berlangsung hingga petang, dengan harapan korban dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.