SAMARINDA — Dinas PUPR Kota Samarinda baru membayar Rp32 miliar dari total utang Rp290 miliar kepada kontraktor proyek pembangunan fisik tahun 2025. Plt Kepala Dinas PUPR Samarinda Hendra Kusuma menyebut, akumulasi utang itu terbagi di tiga sektor utama, yakni Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, dan Cipta Karya.
“Saat ini kita telah mulai melakukan pembayaran secara bertahap. Yang jelas pekerjaan-pekerjaan yang terutang di 2025, harus selesai di 2026,” kata Hendra ditemui di kantornya, Selasa (7/7/2026).
Dari data yang disampaikan dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Samarinda, tunggakan proyek vital publik masih menjadi pekerjaan rumah terbesar. Revitalisasi Pasar Pagi dan pembangunan Terowongan Samarinda termasuk dalam proyek yang pengerjaannya belum dibayar penuh oleh Pemkot.
Ketua Komisi III DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar menerangkan, realisasi anggaran Dinas PUPR pada 2026 baru menyentuh angka 20 persen. Akibatnya, kegiatan pembangunan di Samarinda tahun ini turun drastis karena fokus utama Pemkot adalah menyelesaikan utang.
Dari laporan sementara, Bidang Cipta Karya mencatat total utang mencapai Rp132 miliar. Dari jumlah itu, pembayaran yang telah dilakukan baru Rp19 miliar. “Dan yang masih belum terselesaikan (pembayarannya) Rp113 miliar,” ujar Hendra.
Sementara untuk bidang SDA, dari total Rp34 miliar, baru dicicil sebesar Rp13 miliar dan masih tersisa Rp21 miliar. Adapun data utang pada Bidang Bina Marga, legislatif mengaku belum menerima laporan angka pastinya.
Pemkot Samarinda saat ini tengah berupaya menyelesaikan total utang Rp400 miliar secara bertahap. Strateginya, proyek bernilai kecil hingga Rp100 juta menjadi prioritas pertama untuk dilunasi.
“Mereka mengelompokkan utang Rp100 juta ke bawah itu yang diprioritaskan dulu untuk diselesaikan. Setelahnya baru utang yang di atas Rp100 juta sampai Rp200 juta,” jelas Deni Hakim Anwar.
Dengan persentase pembayaran yang baru mencapai 20 persen dari total utang, Pemkot Samarinda masih harus bekerja keras mengejar target pelunasan seluruh proyek tahun 2025 agar rampung di 2026.