Desa Batuah di Kutim Pelajari Ketahanan Pangan ke Sidrap, PT BSSR Dukung Pertanian dan Pemberdayaan Petani

Penulis: Aditya Nugraha  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 20:39:31 WIB
Rombongan Desa Batuah belajar pengelolaan pertanian mandiri di Sidrap, Sulawesi Selatan.

KUTAI TIMUR — Bukan sekadar kunjungan wisata, rombongan dari Desa Batuah datang ke Sidrap dengan agenda khusus: menyerap ilmu tentang pengelolaan lahan pertanian dan sistem pangan mandiri. Inisiatif ini merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT BSSR yang bergerak di sektor pertambangan.

Mengapa Sidrap Jadi Tujuan Belajar?

Kabupaten Sidrap dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Selatan dengan produktivitas padi yang konsisten tinggi. Daerah ini juga memiliki program pemberdayaan petani yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir. Warga Desa Batuah ingin mengadaptasi model serupa di kampung halaman mereka.

“Kami melihat langsung bagaimana petani di Sidrap mengelola irigasi, memilih bibit unggul, hingga memasarkan hasil panen. Ini pengalaman yang sangat berharga,” ujar salah satu perwakilan peserta studi tiru.

Dukungan PT BSSR: Lebih dari Sekadar Bantuan

PT BSSR tidak hanya memfasilitasi transportasi dan akomodasi selama kunjungan. Perusahaan juga berkomitmen mendampingi Desa Batuah dalam menyusun rencana aksi pengembangan pertanian pasca-studi tiru. Pendekatan ini dinilai lebih berkelanjutan ketimbang sekadar memberikan bantuan alat atau bibit secara instan.

Program ini menyasar kelompok tani dan ibu-ibu rumah tangga di desa. Mereka diajak untuk tidak hanya menjadi petani, tetapi juga mengelola hasil bumi menjadi produk olahan yang bernilai jual lebih tinggi.

Apa yang Akan Diterapkan di Desa Batuah?

Dari hasil kunjungan, setidaknya ada tiga hal yang akan segera diujicobakan. Pertama, sistem pengairan berbasis kelompok yang lebih teratur. Kedua, penggunaan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan pertanian. Ketiga, pembentukan koperasi desa untuk menampung dan mendistribusikan hasil panen tanpa melalui tengkulak.

Langkah selanjutnya adalah sosialisasi ke seluruh warga desa. PT BSSR akan memfasilitasi pelatihan lanjutan dengan menggandeng penyuluh pertanian dari Dinas Pertanian Kutai Timur.

Warga berharap program ini bisa mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar desa. Jika berhasil, Desa Batuah bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain di Kutai Timur dalam hal kemandirian pangan.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top