Indofarma Mulai Tunjukkan Perbaikan, Bio Farma Kebut Transformasi di Semua Anak Usaha

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:00:31 WIB
Direktur Utama Bio Farma, Shadiq Akasya, menegaskan transformasi menyeluruh di seluruh anak usaha Bio Farma Group.

KALIMANTAN TIMUR — Transformasi besar-besaran tengah dijalankan di lingkungan Bio Farma Group. Holding BUMN Farmasi ini tidak hanya fokus pada kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang lebih kokoh untuk jangka panjang.

Direktur Utama Bio Farma Shadiq Akasya menegaskan, agenda perbaikan ini menyasar seluruh anak perusahaan dan afiliasi. Targetnya jelas: memperkuat tata kelola, meningkatkan disiplin operasional, mengoptimalkan aset, serta membangun daya saing yang berkelanjutan.

“Bio Farma terus mendorong transformasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh anak perusahaan dan afiliasi untuk memperkuat tata kelola, operasional, dan daya saing bisnis,” ujar Shadiq dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (27/6/2026).

Efisiensi Mulai Terlihat di Indofarma

Salah satu titik terang dari program ini mulai tampak di PT Indofarma (Persero) Tbk. Melalui serangkaian langkah efisiensi dan pengendalian biaya, Indofarma menunjukkan progres perbaikan fundamental.

Manajemen menyebut penguatan tata kelola dan optimalisasi proses operasional menjadi kunci. Langkah-langkah itu dijalankan secara disiplin dan terukur, dengan target jangka panjang berupa kesiapan bisnis yang lebih kokoh.

Shadiq menambahkan, komitmen ini merupakan bagian dari upaya Bio Farma Group mendukung penguatan ketahanan kesehatan nasional. “Di Indofarma, langkah perbaikan telah menunjukkan perkembangan positif melalui efisiensi, pengendalian biaya, dan optimalisasi operasional,” katanya.

Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Transformasi ini tidak hanya soal menyelamatkan kinerja keuangan. Bio Farma ingin memastikan setiap entitas usahanya adaptif terhadap dinamika industri kesehatan yang berubah cepat.

Dengan fondasi yang kuat, holding farmasi pelat merah ini berharap bisa menciptakan nilai tambah bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan. Terlebih, industri farmasi nasional tengah didorong untuk bersaing di tingkat global pasca-pandemi.

Langkah Bio Farma ini sejalan dengan arahan Kementerian BUMN yang terus mendorong perusahaan pelat merah untuk melakukan transformasi bisnis secara menyeluruh. Efisiensi dan tata kelola yang baik menjadi prasyarat utama agar BUMN farmasi bisa tumbuh sehat dan berdaya saing.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: economy.okezone.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top