SAMARINDA — Geopark Sangkulirang-Mangkalihat tengah bersiap menuju pengakuan dunia. DPRD Kalimantan Timur mendorong situs alam yang membentang di dua kabupaten itu untuk segera meraih status UNESCO Global Geopark.
Proses verifikasi nasional dijadwalkan berlangsung Juli 2026. Hasil dari tahapan tersebut akan menentukan apakah kawasan karst seluas lebih dari 1,2 juta hektare itu layak diajukan ke tingkat global.
Status UNESCO Global Geopark bukan sekadar label. Pengakuan ini membuka peluang besar bagi konservasi sekaligus pengembangan ekonomi berbasis wisata alam dan budaya lokal.
Jika lolos, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan menjadi yang kedua di Kalimantan Timur setelah Geopark Kutai. Kawasan ini dikenal memiliki tebing batu kapur purba, lukisan gua prasejarah, serta keanekaragaman hayati yang unik.
Tahapan menuju verifikasi nasional membutuhkan dokumen kelengkapan administrasi dan pemenuhan standar geopark yang ketat. DPRD Kaltim mendorong pemprov dan pemkab setempat untuk berkoordinasi lebih intensif.
Beberapa aspek yang dinilai meliputi tata kelola kawasan, pelibatan masyarakat lokal, serta program edukasi dan konservasi. Semua ini harus terdokumentasi dengan baik sebelum tim verifikasi turun ke lapangan.
Dorongan terhadap status global ini juga menyasar dampak langsung ke masyarakat. Kawasan geopark yang diakui UNESCO biasanya menarik lebih banyak wisatawan mancanegara dan peneliti.
Hal itu berpotensi meningkatkan pendapatan warga di sekitar Kecamatan Sangkulirang, Bengalon, dan Biatan. Peluang usaha seperti homestay, pemandu wisata, dan kerajinan lokal bisa ikut terdongkrak.
DPRD Kaltim menekankan agar pemda setempat mulai menyiapkan infrastruktur pendukung dan pelatihan bagi pelaku UMKM di wilayah penyangga geopark.
Setelah verifikasi nasional rampung pada Juli 2026, hasilnya akan dibawa ke sidang UNESCO Global Geopark Council. Keputusan akhir biasanya diumumkan pada tahun berikutnya.
Jika status global resmi disematkan, Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan masuk dalam jaringan geopark dunia. Ini sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata geologi dan budaya unggulan di Indonesia.