BALIKPAPAN — Aksi kriminalitas jalanan, khususnya curanmor dan begal, menjadi momok bagi para pengemudi ojek online di Kota Balikpapan. Kekhawatiran ini mengemuka dalam sesi dialog terbuka antara perwakilan ojol dan Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur, yang digelar baru-baru ini.
Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi meluapkan keresahan mereka. Mereka mengaku kerap menjadi sasaran empuk pelaku kejahatan, terutama saat beroperasi pada malam hari atau di kawasan sepi. "Kami minta perlindungan lebih, Pak. Setiap hari kami di jalan, risikonya besar," ujar salah seorang pengemudi dalam forum tersebut.
Menanggapi keluhan itu, pihak Polda Kaltim melalui perwakilan yang hadir langsung memberikan komitmen. Mereka berjanji akan meningkatkan frekuensi patroli, khususnya di titik-titik yang dinilai rawan seperti kawasan industri, jalan lingkar, dan pemukiman padat penduduk yang minim penerangan.
Polisi juga mengimbau para pengemudi untuk tidak melawan jika menghadapi situasi darurat, dan segera melapor ke kantor polisi terdekat. "Kami akan tambah personel di jam-jam rawan. Keamanan pengemudi adalah prioritas," tegas perwakilan Ditlantas Polda Kaltim dalam dialog tersebut.
Kekhawatiran akan keselamatan diri dan motor berdampak langsung pada operasional para pengemudi. Banyak dari mereka yang mengaku mulai membatasi jam kerja, terutama menghindari shift malam. Akibatnya, pendapatan harian mereka ikut tergerus.
Seorang pengemudi lain menambahkan, aksi begal yang terjadi beberapa pekan terakhir membuat rekan-rekannya trauma. "Teman saya kena begal di kawasan Batu Ampar. Motornya dibawa kabur. Sekarang dia takut narik malam," ceritanya.
Polda Kaltim berjanji akan segera memetakan ulang titik rawan kriminalitas di Balikpapan berdasarkan data laporan dan masukan dari para pengemudi ojol. Langkah ini diharapkan bisa membuat patroli lebih efektif dan tepat sasaran.
Forum dialog seperti ini rencananya akan digelar secara berkala. Tujuannya untuk menjembatani komunikasi antara aparat dan masyarakat, sekaligus menekan angka kejahatan jalanan yang belakangan meresahkan.