China Rampungkan 15.927 Cermin Raksasa di PLTS Tertinggi Dunia, Setara 60.000 Ton Batu Bara per Tahun

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 29 Mei 2026 | 19:03:31 WIB
cermin heliostat telah terpasang di PLTS termal tertinggi di dunia di Xizang, China.

KALIMANTAN TIMUR — Proyek ini berdiri di lahan seluas 800.000 meter persegi di Xizang utara, wilayah yang menerima sinar matahari lebih dari 2.800 jam per tahun. Seluruh cermin heliostat yang telah terpasang berfungsi memantulkan dan memusatkan cahaya matahari ke menara penerima di tengah area.

Heliostat adalah cermin yang bisa diarahkan mengikuti pergerakan matahari. Fungsinya mengumpulkan panas ke satu titik agar suhu terkumpul lebih kuat. Panas itu kemudian memanaskan garam cair hingga sekitar 560 derajat Celsius.

Energi panas yang tersimpan lalu diubah menjadi listrik melalui sistem pertukaran panas. Karena menyimpan panas, PLTS ini tetap bisa beroperasi setelah matahari tenggelam — sesuatu yang tidak bisa dilakukan panel surya fotovoltaik biasa.

Target Jaringan Listrik Oktober 2025

Menurut laporan Xizang Daily yang dikutip China Daily, Jumat (29/5), proyek ini masuk dalam rencana pengembangan energi daerah periode 2021–2025. Lokasi pembangunan berada di dataran tinggi dengan suhu rendah, angin kencang, dan koneksi jaringan listrik yang lemah — kondisi yang menurut pengembang memerlukan riset khusus dan sistem kendali cerdas.

Xizang Development Investment Group kini mempercepat pembangunan menara penerima dan fasilitas pembangkit. Targetnya, PLTS termal ini tersambung ke jaringan listrik pada Oktober 2025.

Setara 165.000 Ton Emisi Karbon Ditekan per Tahun

Pembangkit ini diperkirakan menghasilkan sekitar 255 juta kilowatt-jam listrik per tahun. Jumlah itu setara dengan 60.000 ton batu bara standar. Emisi karbon dioksida juga diperkirakan berkurang 165.000 ton setiap tahunnya.

Proyek PLTS termal tipe menara pertama di Xizang ini diharapkan membantu pasokan listrik di wilayah utara yang menghadapi tantangan alam berat dan jaringan listrik yang belum selalu kuat. Dengan kemampuan menyimpan panas, pasokan listrik yang dihasilkan bisa lebih stabil dibandingkan mengandalkan panel surya biasa yang hanya bekerja saat matahari bersinar.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top