Tim SAR Gabungan Perluas Radius Penyisiran Darat di Hutan ITCIKU Sepaku, Hari Ketiga Pencarian Warga Hilang Belah Buahkan Hasil

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 28 Mei 2026 | 12:45:57 WIB
Tim SAR gabungan terus memperluas radius pencarian warga hilang di hutan ITCIKU, Sepaku.

PENAJAM — Operasi pencarian warga yang dilaporkan hilang di hutan ITCIKU, Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, memasuki hari ketiga tanpa hasil. Tim SAR gabungan dari berbagai unsur terus menyisir kawasan hutan produksi tersebut sejak laporan kehilangan diterima pada awal pekan ini.

Kepala Basarnas Kaltim menyebutkan, tim memperluas radius penyisiran di jalur darat pada hari ini. "Kami tidak hanya terfokus pada titik awal laporan, tetapi juga area sekitarnya yang belum terjangkau," ujarnya dalam keterangan singkat di lokasi.

Awal Mula: Warga Dikabarkan Hilang Saat Mencari Hewan Ternak

Korban dilaporkan pergi seorang diri ke dalam hutan untuk mencari hewan ternak yang tidak pulang sejak beberapa hari sebelumnya. Keluarga mulai curiga setelah korban tak kunjung kembali hingga malam hari.

Laporan diterima oleh pihak desa dan diteruskan ke aparat keamanan setempat. Tim SAR gabungan langsung diterjunkan keesokan harinya, melibatkan personel dari Basarnas, TNI, Polri, serta relawan desa.

Proses: Bagaimana Tim Bergerak di Hari Ketiga?

Penyisiran hari ketiga difokuskan pada jalur darat yang belum dijelajahi. Tim dibagi ke dalam beberapa regu, masing-masing membawa perlengkapan navigasi dan komunikasi. Mereka menyusuri sungai kecil dan jalur bekas tebangan yang ada di dalam konsesi hutan ITCIKU.

Kondisi medan yang berat dan vegetasi rapat menjadi kendala utama. Tim juga harus berhadapan dengan cuaca yang tak menentu di kawasan Sepaku. Meski begitu, pencarian terus dilakukan tanpa jeda.

Apa Langkah Berikutnya?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda keberadaan korban. Tim SAR masih menunggu perkembangan dari hasil penyisiran di sektor timur dan utara hutan. Jika hingga hari keempat belum ditemukan, pihak Basarnas akan mempertimbangkan penggunaan alat pendeteksi atau anjing pelacak.

Keluarga korban masih menunggu di posko darurat yang didirikan di dekat pintu masuk hutan. Mereka berharap tim SAR segera membawa kabar baik.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top