PENAJAM — Angka 205 ribu jiwa menjadi titik kritis yang mengubah peta politik lokal. Bukan sekadar statistik, lonjakan penduduk di Kabupaten Penajam Paser Utara ini memaksa KPU dan pemerintah daerah duduk bersama menghitung ulang jumlah kursi dan batas wilayah pemilihan.
KPU PPU langsung bergerak dengan menggelar rapat koordinasi bersama Disdukcapil. Fokusnya satu: menyusun skenario baru dapil yang proporsional dengan sebaran pemilih terbaru. Data kependudukan menjadi acuan utama untuk menentukan berapa kursi yang layak dialokasikan di setiap kecamatan.
“Ini konsekuensi logis dari pertumbuhan penduduk. Semakin banyak warga, maka representasi di DPRD harus disesuaikan,” ujar Komisioner KPU PPU, Andi Saputra, saat ditemui di kantornya, Senin lalu.
Bagi warga PPU, perubahan ini bukan soal teknis semata. Setiap suara akan memiliki bobot yang berbeda jika jumlah kursi tetap sementara pemilih bertambah. Artinya, satu kursi DPRD nantinya akan mewakili lebih banyak orang dibanding pemilu sebelumnya.
Simulasi awal menunjukkan potensi penambahan kursi di beberapa dapil yang mengalami kepadatan penduduk tinggi, terutama di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Sebaliknya, dapil dengan pertumbuhan lambat bisa mengalami penggabungan.
KPU menargetkan simulasi ini rampung dalam beberapa bulan ke depan. Hasil akhir akan menjadi dasar penetapan dapil definitif yang kemudian disahkan melalui Peraturan KPU (PKPU). Proses ini melibatkan konsultasi publik agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Kami pastikan transparan. Masyarakat bisa memberikan masukan lewat forum resmi yang akan kami buka,” tambah Andi.
Bagi partai politik, perubahan dapil adalah peta baru yang harus dipelajari. Basis suara yang tadinya aman bisa bergeser. Caleg petahana harus kembali menghitung kekuatan di wilayah baru. Sementara caleg baru melihat ini sebagai peluang membuka basis dukungan di daerah yang sebelumnya kurang terwakili.
Pemilu 2029 di PPU akan menjadi ajang pembuktian apakah sistem baru ini mampu menyerap aspirasi warga yang jumlahnya terus membengkak. Satu hal pasti: 205 ribu jiwa tak bisa lagi diwakili dengan cara lama.