SAMARINDA — Ratusan ton sampah diperkirakan membanjiri Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Samarinda selama perayaan Iduladha. DLH setempat menyiagakan lebih dari seribu petugas untuk memastikan kota tetap bersih.
Personel kebersihan yang disiagakan berasal dari 20 kecamatan di Samarinda. Mereka akan bertugas secara bergantian selama 24 jam, dengan fokus utama pada pengangkutan sampah kurban dari titik-titik pemotongan hewan.
Kepala DLH Samarinda menyebutkan bahwa petugas kebersihan akan mulai bekerja lembur sejak H-1 Iduladha. "Kami ingin memastikan tidak ada penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga selama hari raya," ujarnya.
Selain menyiagakan petugas, DLH Samarinda juga mengeluarkan imbauan tegas kepada warga yang akan berkurban. Masyarakat diminta untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai saat membungkus daging kurban maupun limbahnya.
Langkah ini diambil untuk mengurangi volume sampah plastik yang sulit terurai. Sebagai gantinya, warga dianjurkan menggunakan wadah berbahan alami, seperti daun pisang atau besek bambu, yang lebih ramah lingkungan.
Petugas DLH akan berjaga di setiap lokasi pemotongan hewan kurban yang telah terdaftar. Sampah berupa jeroan, tulang, dan kulit akan langsung dipilah dan diangkut ke TPA untuk diproses lebih lanjut.
Untuk sampah organik seperti jeroan, DLH Samarinda berencana mengolahnya menjadi kompos atau pakan ternak. Sementara itu, limbah non-organik akan dikirim ke bank sampah untuk didaur ulang.
DLH Samarinda menargetkan seluruh sampah kurban bisa terangkut dalam waktu maksimal 48 jam setelah pemotongan. Hal ini penting untuk mencegah timbulnya bau tidak sedap dan penyebaran penyakit.
Pada Iduladha tahun lalu, volume sampah di Samarinda meningkat hingga 30 persen dari hari biasa. Lonjakan terbesar terjadi di kawasan padat penduduk dan dekat masjid-masjid besar.
Masyarakat diminta melaporkan jika ada tumpukan sampah kurban yang tidak segera diangkut. Laporan bisa disampaikan melalui aplikasi pengaduan warga atau langsung ke kantor kelurahan setempat.
DLH Samarinda juga mengingatkan agar warga tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai. Petugas akan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar yang kedapatan membuang limbah kurban ke aliran sungai.