SAMARINDA — Kondisi cuaca di Kalimantan Timur diprediksi akan bervariasi antara hujan ringan hingga berawan tebal pada akhir pekan ini. Berdasarkan data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah pedalaman seperti Mahakam Ulu menjadi titik yang paling diwaspadai karena potensi hujan yang bertahan lama.
Kawasan Ujoh Bilang di Kabupaten Mahakam Ulu diprakirakan mengalami kondisi basah sejak pagi hingga malam hari. Intensitas hujan ringan ini juga diprediksi meluas ke wilayah Sendawar, Kutai Barat, yang mulai diguyur hujan pada pagi hari.
Ibu kota provinsi, Samarinda, beserta wilayah tetangga Tenggarong, Kutai Kartanegara, tidak luput dari potensi hujan. Berbeda dengan wilayah pedalaman, hujan di dua kota ini diprediksi baru akan turun pada siang dan malam hari. Warga yang beraktivitas di luar ruangan diimbau untuk menyiapkan perlengkapan antisipasi hujan menjelang pergantian waktu tersebut.
Berbeda dengan wilayah tengah dan pedalaman, kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) diprediksi memiliki cuaca yang jauh lebih tenang. IKN bersama Tanah Grogot diprakirakan akan didominasi oleh awan tebal sepanjang hari tanpa ada potensi hujan yang signifikan. Kondisi ini dinilai cukup mendukung kelancaran aktivitas pembangunan maupun mobilisasi di kawasan inti pemerintahan.
Di wilayah pesisir timur, kestabilan cuaca juga terlihat cukup menonjol. Berikut adalah rincian prakiraan untuk tiga kota utama di pesisir:
BMKG mencatat suhu udara di Kalimantan Timur berada pada rentang 23 hingga 31 derajat Celsius. Meski suhu udara tidak terlalu terik, tingkat kelembapan udara terpantau sangat tinggi, yakni bergerak di angka 68 hingga 99 persen. Angka ini menunjukkan kandungan uap air yang jenuh di atmosfer.
Kondisi udara yang sangat lembap ini menjadi faktor utama yang mempercepat pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan genangan atau bantaran sungai di wilayah utara Kaltim.