SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mempercepat realisasi Program Studi Kedokteran Hewan di Universitas Mulawarman. Inisiatif ini dirancang untuk menjawab tantangan minimnya tenaga medis veteriner kompeten yang bertugas di wilayah tersebut.
Langkah strategis tersebut mencakup pembentukan Program Studi Kedokteran Hewan sekaligus Program Studi Profesi Dokter Hewan. Sinergi ini diharapkan menjadi pondasi kuat dalam mendukung pembangunan sektor peternakan secara berkelanjutan di masa depan.
Kehadiran prodi baru ini diproyeksikan mampu mengakselerasi upaya pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit hewan menular. Fokus utamanya adalah menangani penyakit zoonosis yang memiliki risiko penularan langsung terhadap kesehatan masyarakat luas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnak Kaltim, Fadli Sufiani, menjelaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi sangat krusial untuk mencetak sumber daya manusia berkualitas. Hal ini disampaikan Fadli pada Kamis (7/5/2026) di Samarinda.
"Kami memandang pendirian program studi kedokteran hewan ini sebagai langkah strategis untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga medis veteriner yang kompeten di Kaltim," ucap Fadli Sufiani.
Proses pematangan program studi ini telah memasuki tahap Lokakarya Kurikulum yang berlangsung selama dua hari, yakni pada 5 hingga 6 Mei 2026. Forum tersebut menjadi wadah diskusi teknis untuk menyusun standar pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri dan daerah.
Selain akademisi internal, agenda ini melibatkan sejumlah pihak eksternal untuk memperkuat aspek legalitas dan kualitas akademik, di antaranya:
Keterlibatan tim pendamping dari UGM bertujuan memastikan kurikulum yang disusun memenuhi standar nasional pendidikan kedokteran hewan. Dengan rampungnya lokakarya ini, kesiapan administratif dan teknis pembentukan prodi baru di Universitas Mulawarman kini semakin matang.