SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai mematangkan persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII tahun 2026. Target menembus posisi tiga besar menjadi misi utama yang dibebankan kepada kontingen berjuluk Negeri Tuah Bumi Untung Benua tersebut.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, menyatakan bahwa keseriusan daerah tercermin dari jumlah cabang olahraga yang akan diikuti. Sebanyak 64 cabang olahraga dipastikan menjadi arena perjuangan bagi sekitar 1.200 personel yang terdiri dari atlet, pelatih, hingga ofisial pendukung.
“Rapat pemantapan sudah dilakukan. Ketua kontingen dalam hal ini Wakil Bupati juga terus memonitor kesiapan. Secara umum kita siap,” kata Basuki di Sangatta, baru-baru ini.
Persiapan Teknis dan Monitoring Wakil Bupati
Langkah awal pemantapan kontingen dilakukan melalui rapat koordinasi bersama pengurus cabang olahraga dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutim. Koordinasi ini bertujuan memetakan kekuatan serta memastikan seluruh kebutuhan logistik dan teknis atlet terpenuhi jauh-jauh hari.
Basuki menekankan bahwa kesiapan fisik dan mental atlet menjadi fokus utama selama masa persiapan. Meski target tiga besar cukup menantang, pemerintah optimistis melalui pembinaan intensif dan kekompakan seluruh elemen kontingen, target tersebut realistis untuk dicapai di Paser nanti.
Usulan Tuan Rumah Sebagian Cabang Olahraga
Selain fokus pada pengiriman atlet, Pemkab Kutim mengusulkan agar sebagian pertandingan cabang olahraga dapat digelar di Kutai Timur. Usulan ini muncul dengan mempertimbangkan ketersediaan fasilitas olahraga yang sudah bertaraf regional di Sangatta.
Beberapa arena unggulan yang diajukan antara lain arena panjat tebing dan Stadion Kudungga. Basuki menilai pemanfaatan fasilitas lokal tidak hanya soal kesiapan venue, tetapi juga menyangkut efisiensi pelaksanaan pesta olahraga multi-event terbesar di Kalimantan Timur tersebut.
“Target kita tiga besar. Itu yang sedang kita kejar dengan persiapan yang lebih intens,” ujar Basuki menutup keterangannya terkait konsistensi pembinaan atlet daerah.