PENAJAM PASER UTARA — BPJS Kesehatan segera membangun kantor layanan khusus di pusat Ibu Kota Nusantara (IKN) guna mempermudah akses bagi peserta jaminan kesehatan nasional. Rencana ekspansi ini merespons pesatnya pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik di kawasan inti pusat pemerintahan. Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengonfirmasi rencana perluasan jangkauan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Nusantara, Minggu (3/5/2026).
Selama masa transisi, pelayanan administrasi tatap muka bagi warga di wilayah otorita masih bergantung pada kantor cabang terdekat. Pembangunan kantor baru ini diproyeksikan menjadi solusi permanen untuk melayani ribuan pekerja konstruksi, aparatur sipil negara, dan penduduk yang mulai menetap di IKN. Langkah ini selaras dengan visi pemerintah untuk menjadikan IKN sebagai kota dengan fasilitas publik yang komprehensif.
Prihati Pujowaskito mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang mengkaji peluang dan teknis pelaksanaan pembangunan tersebut. Kehadiran kantor fisik di jantung IKN dianggap krusial untuk memastikan seluruh penduduk mendapatkan hak jaminan kesehatan tanpa kendala geografis. Kantor ini nantinya akan menjadi pusat koordinasi layanan kesehatan di wilayah otorita.
“Kami akan merencanakan pembangunan Kantor Layanan Khusus IKN, untuk perluasan akses layanan bagi Peserta. Saat ini operasional pelayanan tatap muka terdekat dengan Kawasan Otorita IKN dapat dilayani di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU),” ujar Pujo.
Kehadiran kantor ini diharapkan mampu memangkas waktu tunggu dan birokrasi bagi peserta. Selain pelayanan administratif, kantor khusus ini akan berfungsi sebagai pusat informasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi para pendatang baru di ibu kota. BPJS Kesehatan berkomitmen memastikan standar layanan di IKN setara dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
Dalam kunjungan kerjanya, jajaran direksi BPJS Kesehatan meninjau sejumlah titik strategis yang akan menjadi pusat aktivitas warga. Lokasi yang dipantau meliputi persil bakal Kantor BPJS Kesehatan, Masjid Negara, hingga Istana Negara. Peninjauan ini memberikan gambaran riil mengenai integrasi fasilitas publik yang sedang dikembangkan secara masif.
Pujo memberikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan pembangunan fisik di Nusantara. Ia menyebut penataan kota dan ketersediaan fasilitas kesehatan, termasuk rumah sakit, sudah berada pada jalur yang tepat. Kesiapan infrastruktur medis menjadi indikator penting bagi BPJS Kesehatan dalam memetakan kerja sama fasilitas kesehatan tingkat lanjut.
“Terkait kesan terhadap pembangunan IKN, kami memberikan apresiasi. Ini juga menjadi kebanggaan karena Indonesia sudah memiliki ibu kota yang megah, tertata rapi, termasuk fasilitas rumah sakitnya,” ucap Pujo di sela-sela peninjauan kawasan.
Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyambut baik inisiatif BPJS Kesehatan untuk hadir lebih dekat di tengah kawasan. Basuki menekankan pentingnya koordinasi yang kuat antara pengelola kawasan dengan penyedia layanan jaminan sosial. Menurutnya, layanan kesehatan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun ekosistem kota yang layak huni.
“Terima kasih atas kunjungan Pak Dirut beserta rombongan dari BPJS di Ibu Kota Nusantara. Di RS Kemenkes ini, kami berharap silaturahmi tetap terjaga, termasuk dukungan layanan kesehatan ke depan bagi warga Nusantara,” jelas Basuki.
Basuki berharap sinergi ini terus diperkuat seiring bertambahnya jumlah penduduk di IKN. Dukungan dari BPJS Kesehatan dianggap vital, terutama dalam menjamin akses medis di Rumah Sakit Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) yang kini telah beroperasi di kawasan tersebut.
Kehadiran kantor layanan khusus akan berdampak langsung pada ribuan pekerja yang saat ini sedang menyelesaikan berbagai proyek strategis nasional. Jaminan kesehatan yang mudah diakses menjadi faktor penunjang produktivitas tenaga kerja di IKN. Selain itu, warga lokal di sekitar wilayah Penajam Paser Utara juga akan mendapatkan manfaat dari peningkatan kualitas koordinasi layanan ini.
Pemerintah menargetkan IKN tidak hanya unggul dari sisi teknologi dan keberlanjutan lingkungan, tetapi juga unggul dalam perlindungan sosial. Dengan adanya kantor layanan khusus, BPJS Kesehatan memastikan bahwa setiap warga negara yang bermigrasi ke IKN tetap terlindungi oleh sistem jaminan kesehatan nasional yang andal.
Rencana pembangunan ini akan segera ditindaklanjuti dengan koordinasi teknis mengenai alokasi lahan dan desain bangunan yang sesuai dengan konsep forest city IKN. BPJS Kesehatan memastikan operasional kantor baru tersebut nantinya akan mengedepankan sistem digitalisasi untuk mendukung konsep kota cerdas Nusantara.