SAMARINDA — Mauro Jeronimo menegaskan Borneo FC Samarinda tidak akan mengendurkan kewaspadaan menghadapi PSIM Yogyakarta. Perubahan di kursi pelatih PSIM justru membuat staf pelatih Pesut Etam menyiapkan antisipasi lebih lebar terhadap kemungkinan taktik yang dibawa lawan.
Persiapan dilakukan dengan memanfaatkan jeda di Jakarta. Setelah pertandingan sebelumnya melawan Sleman, tim tidak langsung kembali ke Samarinda, tetapi memilih bertahan untuk berlatih dan mempelajari calon lawan.
“Persiapannya bagus. Setelah pertandingan sebelumnya dengan Sleman, kami tinggal di Jakarta dan melanjutkan latihan. Kami juga menganalisis lawan,” ungkap Mauro dalam pre-match press conference, Sabtu (31/10/2026).
Pelatih Baru PSIM Bikin Borneo FC Waspada
Mauro menyadari PSIM berpotensi menghadirkan pendekatan permainan berbeda setelah kedatangan pelatih baru. Namun, hal itu tidak mengubah fokus Borneo FC untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan.
“Kami memahami mereka juga sedang dalam fase perubahan, mungkin dengan pelatih baru. Tapi kami harus fokus dan siap menghadapi apa pun yang bisa mereka tampilkan dalam pertandingan ini,” ujarnya.
Perwakilan pemain Borneo FC, Aditya Warman, menyampaikan hal senada. Ia menilai tim telah menjalani persiapan dengan cukup baik dan siap bermain melawan PSIM.
“Kami sudah melakukan persiapan yang cukup baik dan siap bermain melawan PSIM,” kata Aditya.
Delapan Laga dalam Sebulan, Rotasi Pemain Jadi Keharusan
November menjadi periode berat bagi Borneo FC. Jadwal padat dan perjalanan antarkota membuat menjaga kebugaran pemain menjadi perhatian utama staf pelatih.
Borneo FC diperkirakan akan menjalani delapan pertandingan sepanjang November. Situasi tersebut membuat rotasi pemain menjadi kebutuhan agar seluruh skuad tetap berada dalam kondisi optimal.
“November akan menjadi bulan yang berat bagi kami. Namun, pada saat yang sama, ini juga memotivasi karena semua orang di sepak bola tentu ingin bermain dalam banyak pertandingan,” jelas Mauro.
Faktor geografis Indonesia turut menjadi tantangan, terutama ketika tim harus melakukan perjalanan jauh dengan jeda pertandingan yang singkat. Mauro menilai kondisi itu menuntut kesiapan fisik seluruh pemain, bukan hanya starting eleven.
Menit Bermain untuk Semua Pemain
Padatnya jadwal dipandang Mauro sebagai kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan menit bermain dan menunjukkan kemampuan mereka. Staf pelatih menyiapkan seluruh skuad agar siap ketika dipanggil.
“Kami mencoba mempersiapkan semua pemain agar siap. Ketika mereka mendapat kesempatan, mereka bisa bermain dengan baik, memberikan respons yang bagus, dan membuat fans di Samarinda bangga,” ungkapnya.
Borneo FC akan menghadapi PSIM Yogyakarta pada laga lanjutan BRI Super League musim 2026/2027, Minggu (1/11/2026). Kemenangan menjadi target untuk menjaga posisi tim di papan atas klasemen.