BALIKPAPAN — Forum Pembauran Kebangsaan Kota Balikpapan tidak cukup hanya menjadi ruang silaturahmi antarmasyarakat. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Balikpapan Elyzabeth Eri Toruan menilai forum itu perlu mengambil peran lebih besar sebagai jembatan komunikasi antara warga dan pemerintah.
Peran tersebut dinilai penting karena Balikpapan dihuni masyarakat dari berbagai latar belakang suku, agama, budaya, bahasa, serta kondisi sosial. Elyzabeth menyampaikan hal itu dalam kegiatan bimbingan teknis bagi pengurus FPK Kota Balikpapan.
Deteksi Dini Persoalan Sosial Sebelum Berkembang Jadi Konflik
Menurut Elyzabeth, informasi mengenai persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan gesekan harus disampaikan lebih awal. Dengan begitu, solusi bisa dicari sebelum persoalan berkembang menjadi konflik.
“Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran yang sangat strategis sebagai wadah masyarakat untuk membangun komunikasi, memperkuat persaudaraan, menumbuhkan rasa saling menghormati, dan menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat,” ujar Elyzabeth.
Ia menegaskan FPK tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah.
Pembauran Bukan Menghilangkan Perbedaan
Elyzabeth menjelaskan pembauran kebangsaan bukan berarti menghilangkan perbedaan yang ada di tengah masyarakat. Perbedaan justru perlu dikelola menjadi kekuatan bersama.
Nilai-nilai yang dipegang dalam pengelolaan keberagaman itu, kata dia, adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta semangat gotong royong.
“Jadikan keberagaman sebagai kekuatan, perbedaan sebagai kekayaan, dan persatuan sebagai modal utama dalam mewujudkan Balikpapan yang aman, nyaman, harmonis dan berkelanjutan,” tutur Elyzabeth.
Sinergi Pemkot, FKUB, hingga Tokoh Agama Diperkuat
Upaya menjaga persatuan dan keharmonisan Balikpapan dinilai tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Elyzabeth menyebut keterlibatan berbagai elemen masyarakat dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan sosial yang aman dan kondusif.
Sinergi antara Pemerintah Kota Balikpapan, FPK, Forum Kerukunan Umat Beragama, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai unsur masyarakat lainnya perlu terus diperkuat.
Ia berharap bimbingan teknis tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pengurus. Kegiatan itu diharapkan menghasilkan jejaring komunikasi yang semakin kuat di tengah masyarakat.
Elyzabeth juga mengajak pengurus FPK memanfaatkan kegiatan tersebut untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, dan memperluas jejaring. Dengan komunikasi yang terbangun sejak dini, berbagai persoalan sosial diharapkan dapat dikelola secara lebih bijak sehingga keberagaman tetap menjadi kekuatan dalam menjaga kerukunan masyarakat Kota Balikpapan.