Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur bersama Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia dan Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman mengembangkan riset restorasi lamun untuk memperkuat penyimpanan karbon biru di ekosistem pesisir. Penelitian bertajuk "Blue Carbon Research Series" itu memakai pendekatan persemaian sebelum bibit ditanam kembali ke habitat alami. Sebanyak 637 biji lamun jenis Enhalus acoroides disemai di kolam ber-aerator Balikpapan selama sembilan minggu.
SAMARINDA — Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menyatakan riset restorasi lamun merupakan ikhtiar bersama dalam mengembangkan teknologi budidaya berbasis persemaian guna memulihkan fungsi ekologis laut. Kolaborasi ini melibatkan Yayasan Ekonomi Keanekaragaman Hayati Laut Indonesia (YEKHALI) serta Fakultas Perikanan Universitas Mulawarman.
Pendekatan yang dipakai adalah nursery-based seagrass restoration, yakni membudidayakan benih tanaman di fasilitas persemaian sebelum ditanam kembali ke habitat aslinya. Metode ini dipilih agar bibit memiliki daya tahan lebih tinggi saat dipindahkan ke laut lepas.
637 Biji Lamun Disemai Sembilan Minggu di Balikpapan
Tahap awal kegiatan diawali pengambilan buah lamun jenis Enhalus acoroides. Buah itu kemudian disemai pada fasilitas laboratorium pembenihan di Balikpapan.
Sebanyak 637 biji lamun berhasil disemai dalam kolam khusus ber-aerator selama sembilan minggu. Selama periode itu, tim memantau laju pertumbuhan tanaman secara berkala.
"Pengembangan metode budidaya ini sangat penting agar bibit lamun hasil persemaian memiliki daya tahan tinggi saat ditransplantasikan ke laut lepas," ujar Fitriansyah.
Uji Coba Penanaman ke Habitat Alami Digelar Pertengahan September 2026
Setelah melewati masa pemeliharaan intensif, tim peneliti melakukan uji coba penanaman bibit lamun ke habitat alami. Uji coba itu berlangsung pada pertengahan September 2026.
"Setelah melewati masa pemeliharaan intensif, tim peneliti melakukan uji coba penanaman bibit lamun ke habitat alami pada pertengahan September 2026," tutur Fitriansyah.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan riset kelautan. Langkah itu dinilai memperkuat perlindungan kawasan pesisir dari ancaman kerusakan lingkungan hidup.
"Sinergi riset kelautan ini menjadi investasi strategis dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional," tegas Fitriansyah.
Lamun Simpan Karbon dalam Jumlah Besar di Dasar Laut
Direktur YEKHALI Auliansyah menyampaikan bahwa restorasi padang lamun menjadi langkah konkret penerapan solusi berbasis alam dalam menghadapi dampak perubahan iklim global. Ekosistem lamun, selain menjaga keanekaragaman hayati pesisir, mampu menyerap dan menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar di dasar laut.
"Kelengkapan data stok karbon, emisi, serta laju penyerapan lamun menjadi fondasi penting bagi pengembangan mekanisme pembiayaan karbon biru daerah," kata Auliansyah.
Pengembangan data dan sistem pengukuran karbon yang kuat diharapkan membuka peluang komersialisasi kredit karbon. Peluang itu ditujukan bagi kesejahteraan masyarakat pesisir di Kalimantan Timur.