Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur memberi apresiasi tinggi kepada sejumlah petugas perempuan yang diterjunkan langsung mengendalikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser. Keterlibatan mereka mencakup penyiapan bekal makanan tim operasional, pendorongan perlengkapan teknis, hingga ikut memadamkan api di titik kebakaran. Langkah ini diambil saat luas hutan konservasi di Kaltim yang terdampak karhutla tercatat sekitar 13 hektare.
SAMARINDA — Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyampaikan apresiasi itu di Samarinda, Senin, dan menilai keberanian personel perempuan patut jadi teladan. Mereka memilih tidak tinggal diam meski harus bekerja di tengah suhu tinggi dan asap pekat.
Peran Petugas Perempuan di Titik Api
Keterlibatan personel perempuan tidak terbatas pada satu tugas. Mereka mengisi beragam peran strategis dalam aksi tanggap darurat di lapangan.
Mulai dari menyiapkan bekal makanan bagi tim operasional, mendorong dan membawa perlengkapan teknis, sampai ikut memadamkan kobaran api secara langsung. Semua dikerjakan di kawasan Cagar Alam Teluk Adang, Kabupaten Paser.
"Pejuang Konservasi" di Garis Depan
Ari menegaskan bahwa menjaga kelestarian hutan bukan soal siapa yang paling kuat. Baginya, yang menentukan adalah kesediaan turun tangan dan berjuang.
"Perempuan juga memiliki peran penting, berada di garis depan, dan merupakan pejuang konservasi. Kehadiran mereka membuktikan bahwa menjaga kelestarian hutan bukan tentang siapa yang paling kuat, melainkan tentang siapa yang bersedia turun tangan dan berjuang," ujarnya.
Ia menyebut setiap titik api yang berhasil dikendalikan dan setiap tetes keringat para srikandi konservasi merupakan bagian dari upaya menjaga ekosistem cagar alam agar tetap hidup.
13 Hektare Hutan Konservasi Terdampak
Dari kejadian sebelumnya, total luas hutan konservasi di Kalimantan Timur yang terdampak karhutla tercatat sekitar 13 hektare. Angka itu menjadi latar mengapa pengendalian di lapangan terus diperkuat, termasuk dengan melibatkan personel perempuan.
BKSDA Kaltim mengajak seluruh masyarakat meneladani kepedulian tersebut. Caranya dengan bersama-sama mencegah karhutla demi kelangsungan kehidupan.