JAKARTA — Kekayaan bawah laut Kalimantan Timur kembali diterjemahkan ke dalam karya wastra. Batik bermotif Derawan-Marataua resmi diluncurkan di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, belum lama ini, dengan kehadiran Sekretaris Jenderal Kemenkebud RI Bambang Wibawarta dan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas.
Motif yang diangkat bukan sekadar ornamen. Terumbu karang, penyu hijau, hingga ubur-ubur tanpa sengat di Danau Kakaban menjadi elemen visual yang divisualisasikan ke dalam kain dan gerak tari.
Alam Diterjemahkan Menjadi Identitas
Bambang Wibawarta menegaskan bahwa pembuatan motif budaya merupakan cara sebuah peradaban merawat ingatan dan identitasnya. Menurutnya, proses kreatif ini melibatkan masyarakat dan perancang dalam menerjemahkan keindahan alam ke bentuk visual.
"Ketika ombak diterjemahkan menjadi motif, ketika penyu menjadi simbol kehidupan, dan gerak alam diterjemahkan menjadi tarian, sesungguhnya masyarakat sedang memindahkan ingatan alam menjadi ingatan budaya," kata Bambang dalam sambutannya, seperti dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim.
Kolaborasi Diaspora dan Desainer Muda
Acara ini diinisiasi oleh Ikatan Putra Putri Batik Nusantara (IPBN) dengan dukungan penuh diaspora Maratua. Ketua Dewan Pengawas IPBN Sapta Nirwandar serta Ketua Umum IPBN Ayu Diapasya turut hadir, bersama dewan pengawas proyek Tuti Kusumawati.
Rangkaian peluncuran dimeriahkan dengan peragaan busana yang menampilkan batik Derawan-Marataua. Para model adalah alumni dan finalis Putra-Putri Batik Nusantara 2026, memberikan sentuhan generasi muda pada warisan budaya ini.
Diskusi interaktif bersama para narasumber juga digelar untuk memperkaya pemahaman publik tentang filosofi di balik setiap motif yang diangkat dari perairan Berau.