Pencarian

Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi di Kampung Nelayan Enam Wilayah Pesisir Kaltim

Minggu, 12 Juli 2026 • 18:21:01 WIB
Koperasi Desa Merah Putih Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi di Kampung Nelayan Enam Wilayah Pesisir Kaltim
Koperasi Desa Merah Putih siap mengelola rantai produksi dan distribusi hasil perikanan di Kampung Nelayan Kaltim.

SAMARINDA — Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya akan menjadi wadah usaha bagi nelayan, tetapi juga mengelola rantai produksi hingga distribusi hasil perikanan dalam satu ekosistem. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur, Petrijansah Noor, menyebut koperasi itu sebagai simpul yang menghubungkan seluruh pelaku usaha di kawasan tersebut.

Fasilitas Terpadu untuk Nelayan

Dalam satu kawasan Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menyiapkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pabrik es, cold storage, dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Petrijansah menegaskan konsepnya bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan menciptakan keterhubungan antara nelayan, pembudidaya, pengolah hasil perikanan, pedagang, hingga distributor.

"Semua aktivitas usaha perikanan dipusatkan dalam satu kawasan sehingga nelayan, pembudidaya ikan, pengolah hasil perikanan, pedagang, pembeli hingga distributor bisa saling terhubung. Di situlah Koperasi Desa Merah Putih menjadi penggeraknya," ujar Petrijansah, Jumat (10/7/2026).

Koperasi Bisa Kelola SPBN dan Alat Tangkap

Menurut Petrijansah, koperasi akan memegang peranan krusial dalam menjaga keberlangsungan usaha para pelaku perikanan. Selain menjadi wadah ekonomi, koperasi nantinya dapat menyediakan kebutuhan logistik seperti alat tangkap dan sarana produksi. Bahkan, koperasi memungkinkan untuk mengelola SPBN agar pasokan bahan bakar bagi nelayan lebih mudah diakses.

"Kalau lokasinya berdekatan dengan kecamatan, nanti akan diintegrasikan dengan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi bisa menyediakan kebutuhan usaha perikanan, alat tangkap, bahkan memungkinkan mengelola SPBN sehingga pelayanan kepada nelayan menjadi lebih mudah dan efisien," jelasnya.

Enam Daerah Usulkan Lokasi, Pusat yang Putuskan

Petrijansah mengungkapkan enam kabupaten dan kota telah mengusulkan lokasi kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, yakni Kabupaten Berau, Kutai Kartanegara, Paser, Penajam Paser Utara, serta Kota Bontang dan Samarinda. Namun, seluruh usulan itu masih harus melalui proses survei dan verifikasi oleh tim pusat yang melibatkan konsultan serta akademisi.

"Yang mengusulkan memang enam kabupaten dan kota. Tetapi nanti pemerintah pusat yang menentukan berdasarkan hasil survei dan verifikasi lapangan. Kami belum menerima informasi daerah mana yang akhirnya ditetapkan," ujarnya.

Target: Lebih dari Satu Lokasi di Kaltim

Petrijansah berharap Kalimantan Timur mendapatkan lebih dari satu lokasi pembangunan mengingat luasnya wilayah pesisir dan banyaknya sentra perikanan di provinsi ini. Menurut dia, efektivitas program akan semakin terasa jika Koperasi Desa Merah Putih mampu mengelola aktivitas ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

"Harapannya bukan hanya membangun kawasan nelayan, tetapi juga membangun sistem ekonomi yang kuat. Koperasi menjadi simpul yang menghubungkan produksi, distribusi, hingga kebutuhan usaha nelayan sehingga manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat pesisir," pungkas Petrijansah.

Follow halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltimkita.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks