SAMARINDA — Inflasi tahunan Kalimantan Timur tercatat sebesar 3,20 persen pada Juni 2026, sementara inflasi tahun berjalan mencapai 2,36 persen. Kepala BI Kaltim Jajang Hermawan menyebut capaian ini merupakan hasil implementasi strategi 4K yang dijalankan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kaltim.
Apa Saja Empat Strategi 4K yang Dijalankan?
Keempat strategi tersebut meliputi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. Sepanjang Juni, TPID Kaltim menggelar Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar di Samarinda, Kutai Kartanegara, serta Bontang untuk menekan harga di tingkat konsumen.
Pada aspek pasokan, TPID berkolaborasi dengan Bulog untuk menyalurkan beras SPHP dan Minyakita. Langkah ini dilakukan guna menjaga stok komoditas strategis tetap aman di seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
Bagaimana Rantai Pasok Diperkuat?
"Inflasi Kaltim pada Juni tetap terjaga berkat adanya penguatan rantai pasok, karena aksi ini dapat meningkatkan efisiensi distribusi, operasional, hingga memudahkan akses konsumen," ujar Jajang di Samarinda, Kamis.
Dari sisi distribusi, TPID Kaltim memperkuat koordinasi antarwilayah untuk memitigasi hambatan yang bisa memicu lonjakan harga. Sementara itu, rapat koordinasi mingguan dan High Level Meeting (HLM) TPID di Kota Bontang digelar untuk membahas langkah pengendalian inflasi pasca-penyesuaian harga BBM.
Komoditas Apa yang Mendongkrak Inflasi?
Tekanan inflasi pada Juni 2026 terutama berasal dari kelompok transportasi. Hal ini seiring penyesuaian harga BBM non-subsidi dan kenaikan tarif angkutan udara selama libur sekolah.
Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga ikut mendorong inflasi. Pasokan bawang merah, beras, dan ikan layang terganggu akibat cuaca kurang kondusif di daerah pemasok.
Komunikasi Publik Jadi Benteng Ekspektasi Inflasi
TPID Kaltim juga gencar melakukan komunikasi publik. Informasi soal ketersediaan pasokan, perkembangan harga, dan imbauan belanja bijak terus disampaikan ke masyarakat.
"Upaya tersebut dilakukan antara lain melalui penyaluran beras SPHP, distribusi Minyakita, serta penguatan pengadaan komoditas pangan lainnya untuk menjaga kesinambungan pasokan," kata Jajang.
Langkah ini diyakini mampu menjaga ekspektasi inflasi tetap terkendali di tengah gejolak harga komoditas pangan dan energi nasional.