PENAJAM PASER UTARA — Lonjakan ekonomi di PPU disebut sebagai dampak langsung dari gencarnya pembangunan di kawasan IKN dan sekitarnya. Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN Pungky Widiaryanto mengungkapkan, pertumbuhan tersebut berdasarkan hasil kajian melalui fasilitas pendukung penerapan skema pendanaan (PPSP).
“Hingga saat ini, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten PPU tercatat lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur,” ujar Pungky di Nusantara, Minggu.
Angka Kemiskinan Mulai Tergerus
Selain pertumbuhan ekonomi, kajian yang sama mencatat adanya perbaikan pada indikator kesejahteraan masyarakat. Tingkat kemiskinan di PPU turun sebesar 0,45 persen jika dibandingkan dengan periode sebelum pembangunan IKN dimulai.
Penurunan ini menjadi sinyal awal bahwa efek limpahan ekonomi dari proyek strategis nasional mulai menyentuh penduduk lokal. Namun, Otorita IKN menekankan pentingnya distribusi manfaat yang lebih merata agar pertumbuhan tidak hanya dinikmati segelintir pihak.
Dampak IKN Tak Hanya di PPU
Pertumbuhan ekonomi di tingkat provinsi juga terpengaruh. Perekonomian Kalimantan Timur secara keseluruhan tumbuh 3,7 persen—lebih tinggi dan signifikan dibanding provinsi lain di Pulau Kalimantan.
Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia menyebut, kajian dampak ekonomi dilakukan secara komprehensif, tidak terbatas pada Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Analisis mencakup wilayah Kalimantan Timur hingga Pulau Kalimantan secara keseluruhan.
Seminar Bahas Strategi Pemerataan
Pemaparan data tersebut disampaikan dalam Seminar Jumat Belajar bertema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN” yang digelar secara hybrid di Balai Kota Otorita IKN. Acara itu dihadiri lebih dari 200 peserta, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Bappenas, BPS RI, serta himpunan bank negara di Nusantara.
“Seminar ini menjadi upaya bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN,” kata Mia. Ia mendorong agar manfaat pembangunan bisa dirasakan lebih luas dan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional yang inklusif dan berkelanjutan.