Pencarian

Bupati Berau Usulkan RS Rujukan dan Sekolah Baru dalam Musrenbang RKPD 2027 Kaltim

Jumat, 01 Mei 2026 • 03:20:06 WIB
Bupati Berau Usulkan RS Rujukan dan Sekolah Baru dalam Musrenbang RKPD 2027 Kaltim
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas mengusulkan RS rujukan provinsi dan sekolah baru dalam Musrenbang RKPD 2027 Kaltim.

SAMARINDA - Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menghadiri langsung forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar di Pendopo Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim. Dalam pertemuan strategis untuk penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tersebut, Sri Juniarsih membawa aspirasi masyarakat Bumi Batiwakkal melalui sembilan usulan program prioritas.

Fokus utama yang ditekankan oleh Pemerintah Kabupaten Berau adalah dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana kesehatan. Sri Juniarsih secara khusus memohon perhatian Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap operasional Rumah Sakit Umum (RSU) baru yang telah dibangun oleh Pemkab Berau. Ia berharap rumah sakit tersebut tidak hanya melayani warga lokal, tetapi juga naik kelas menjadi pusat layanan medis bagi wilayah utara Kalimantan Timur.

“Kami berharap ke depan RSU Baru ini kiranya menjadi rumah sakit rujukan provinsi Kaltim di wilayah utara,” ungkap Sri Juniarsih di hadapan Gubernur Rudy Mas’ud dan jajaran pemangku kebijakan lainnya. Ia menambahkan bahwa dukungan yang dibutuhkan mencakup penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan serta kelengkapan alat kesehatan yang memadai untuk memenuhi standar rumah sakit rujukan.

Pemerataan Akses Pendidikan di Wilayah Pedalaman Berau

Selain sektor kesehatan, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di bidang pendidikan menjadi poin krusial dalam usulan tersebut. Pemkab Berau mendesak pembangunan unit sekolah baru untuk jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), yang merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Hal ini didorong oleh meningkatnya jumlah lulusan SMP di beberapa kampung yang lokasinya sangat jauh dari ibu kota kecamatan.

Sri Juniarsih merinci beberapa titik strategis yang membutuhkan kehadiran sekolah baru, salah satunya di Kampung Pegat Bukur. Sekolah di wilayah ini nantinya diproyeksikan untuk melayani siswa dari tiga kampung sekaligus, yakni Pegat Bukur, Inaran, dan Bena Baru. Selain itu, pembangunan sekolah di wilayah pedalaman juga diusulkan di Kampung Long Keluh guna memfasilitasi pelajar dari lima kampung di sepanjang Hulu Sungai Kelay.

“Di pedalaman perlu dibangun di Kampung Long Keluh, yang melayani siswa di lima kampung di wilayah Hulu Sungai Kelay,” jelasnya. Langkah ini dinilai mendesak agar anak-anak di wilayah terpencil tetap mendapatkan hak pendidikan tanpa harus menempuh perjalanan jauh yang berisiko dan memakan biaya tinggi.

Pengembangan Pariwisata Bahari dan Konektivitas Pesisir

Sektor pariwisata yang menjadi motor ekonomi masa depan Berau juga tidak luput dari pembahasan. Bupati Berau berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemprov Kaltim maupun pemerintah pusat dalam membenahi fasilitas pendukung wisata. Beberapa usulan teknis mencakup pembangunan pengamanan pantai di destinasi unggulan seperti Pulau Derawan dan Maratua, serta kelanjutan pembangunan pemecah ombak di sepanjang pantai Talisayan hingga Biduk-Biduk.

Dalam kesempatan tersebut, Sri Juniarsih turut menyampaikan apresiasi atas rampungnya Jembatan Nibung yang menghubungkan Kabupaten Kutai Timur dan Berau di wilayah pesisir. Kehadiran infrastruktur ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke Kecamatan Biduk-Biduk dan sekitarnya. “Kami berharap kegiatan peningkatan jalan dan jembatan yang menjadi kewenangan provinsi ini dapat terus dilanjutkan,” tandasnya.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menegaskan bahwa RKPD 2027 akan difokuskan pada transformasi ekonomi yang selaras dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto. Gubernur menekankan pentingnya hilirisasi dan investasi yang didukung oleh infrastruktur konektivitas yang kuat antarwilayah di Kalimantan Timur.

Dukungan Sektor Pertanian dan Respons Pemerintah Provinsi

Di akhir penyampaiannya, Bupati Berau juga menitipkan pesan terkait sektor pertanian. Ia memohon agar Gubernur memfasilitasi komunikasi dengan Kementerian Pertanian mengenai komitmen bantuan bibit dan sarana pertanian bagi petani di Berau. Hal ini penting untuk menjaga produktivitas lahan dan kesejahteraan petani di daerah tersebut.

Permintaan tersebut langsung mendapat respons positif dari Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji. Ia mengungkapkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Wakil Menteri Pertanian, telah dilakukan untuk memastikan bantuan bagi Berau dapat segera terealisasi. Pihak provinsi berkomitmen mengawal kebutuhan bibit kakao dan kelapa yang menjadi komoditas unggulan daerah.

“Kami akan mencoba membantu terkait kebutuhan bibit kakao dan kelapa. Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri Pertanian terkait pelaksanaan bantuan tersebut,” ujar Seno Aji. Penutupan Musrenbang ini menandai langkah awal sinkronisasi program pembangunan antara Pemkab Berau dan Pemprov Kaltim demi mencapai target pertumbuhan berkualitas pada tahun 2027 mendatang.

Bagikan
Sumber: poskotakaltimnews.com

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks