KALIMANTAN TIMUR — Mobil bekas Toyota Agya 2017 masih menjadi incaran di pasar kendaraan sekunder. Harganya yang kini menyentuh Rp 80 jutaan untuk unit kondisi baik membuatnya relevan sebagai kendaraan harian, terutama bagi pembeli pertama atau keluarga muda.
Agya 2017 mengusung mesin 1KR-DE tiga silinder 998 cc pada varian 1.0 liter. Mesin ini menghasilkan tenaga 66 dk pada 6.000 rpm dan torsi 86 Nm di 3.600 rpm.
Spesifikasi tersebut memang tidak dirancang untuk kecepatan tinggi. Namun untuk mobilitas dalam kota, tenaganya dinilai cukup responsif. Pengalaman banyak pemilik menunjukkan konsumsi bahan bakar yang irit dan biaya servis berkala yang ringan.
Faktor ini membuat total biaya kepemilikan Agya bekas tetap bersahabat, bahkan setelah dipakai bertahun-tahun.
Daya tarik utama Agya 2017 di pasar bekas bukan hanya harga beli. Suku cadang yang mudah ditemukan dan biaya perawatan yang rendah menjadi pertimbangan rasional.
Dibandingkan beberapa kompetitornya di segmen LCGC, Toyota Agya dinilai memiliki nilai jual kembali yang lebih stabil. Hal ini penting bagi pembeli yang berencana menjualnya lagi di kemudian hari.
Agya bermain di segmen Low Cost Green Car yang memang dirancang untuk penggunaan harian. Dimensinya yang compact memudahkan manuver di jalan sempit dan saat mencari parkir di area perkotaan yang padat.
Jelang akhir tahun 2026, harga Agya 2017 bekas bervariasi tergantung varian dan kondisi unit. Varian tertinggi dibanderol di kisaran Rp 100 jutaan, sementara unit dengan kondisi prima dapat ditemukan mulai Rp 80 jutaan.