KALIMANTAN TIMUR — Nothing kembali bikin gaduh pasar audio Indonesia lewat Ear (3a), yang dirilis bersamaan dengan Nothing Phone (4b). Kami menguji unit retail berwarna Yellow ini selama kurang lebih tujuh hari, mencakup skenario panggilan di jalan raya, meeting online via laptop, serta pemakaian nonstop saat sesi gym. Fokus utama pengujian bukan cuma soal bass-nya yang menggelegar, tapi juga seberapa andal dua fitur baru yang diklaim sebagai "pintar" tersebut.
DNA desain transparan khas Nothing tetap menjadi daya tarik utama. Case akrilik bening dengan engsel magnetik presisi terasa kokoh, dan indikator titik merah-putih di gagang earbud menghilangkan kebingungan saat memasang earbud kiri-kanan. Sertifikasi IP54 pada earbud membuatnya aman dari keringat saat workout, namun perlu dicatat bahwa case pengisiannya tidak memiliki rating ketahanan yang sama—jadi hindari memasukkannya ke saku yang basah.
Untuk kenyamanan, desain bertangkai (stem-style) ini pas di telinga tanpa menimbulkan pegal meski dipakai berjam-jam. Sayangnya, material akrilik yang licin membuatnya agak sulit dicengkeram saat tangan berkeringat. Paket penjualan tidak menyertakan kabel USB-C, keputusan yang cukup berani di kelas harga ini, meski sebagian besar pengguna sudah memiliki kabel tersebut di rumah.
Driver 12mm dengan dukungan kodek LDAC (24-bit/96kHz) menghasilkan karakter suara yang menarik. Bass-nya punchy dan tidak mengganggu kejernihan vokal, sebuah keseimbangan yang jarang ditemukan di TWS harga Rp 1,7 jutaan. Saat memutar trek yang kaya instrumen, soundstage yang dihasilkan terasa lebih lebar dari biasanya—efek Static Spatial Audio bekerja cukup baik untuk musik bergenre pop dan jazz.
Namun, untuk trek metal atau EDM dengan distorsi gitar berat, detail treble-nya bisa terasa sedikit tajam di volume di atas 80%. Ini bukan masalah besar, tapi pendengar yang sensitif terhadap frekuensi tinggi mungkin perlu menurunkan volume atau mengatur equalizer di aplikasi Nothing X.
Sistem ANC adaptif pada Ear (3a) sangat efektif meredam suara monoton seperti dengung AC atau gemuruh kendaraan di tol. Namun, saat diuji di area dengan percakapan ramai, suara obrolan masih tembus dengan jelas. Mode Transparency justru menjadi bintang—suara lingkungan diteruskan secara natural tanpa efek "terowongan" yang sering muncul di TWS lain.
Transisi antar-mode menggunakan efek suara helaan napas yang halus, sentuhan kecil yang membuat pengalaman pengguna terasa premium. Hanya saja, jika prioritas utama kamu adalah menghilangkan suara bising kantor yang ramai, TWS lain di harga yang sama seperti OPPO Enco Air4 Pro menawarkan peredaman yang lebih agresif.
Fitur Call Recording dan Audio Snapshot adalah nilai jual utama Ear (3a). Dalam pengujian panggilan di jalan raya dengan kecepatan 40 km/jam, teknologi Clear Voice dengan 28 juta skenario pelatihan AI-nya berhasil memisahkan suara kami dari angin dan kebisingan lalu lintas. Rekaman yang dihasilkan terdengar jernih dan layak dijadikan arsip meeting.
Kontrol pinch pada gagang earbud memudahkan akses cepat ke fitur ini, namun gestur pinch ganda sering tidak terdeteksi saat tangan basah atau memakai sarung tangan. Butuh beberapa hari untuk membiasakan diri dengan tekanan yang pas. Perlu diingat, fitur Call Recording hanya berfungsi saat terhubung ke aplikasi Nothing X—jadi tidak bisa dipakai untuk merekam panggilan dari aplikasi pihak ketiga secara langsung tanpa setup awal.
Dengan ANC aktif, kami mendapatkan sekitar 6,5 jam pemutaran musik—sedikit di bawah klaim resmi 7 jam, tapi masih wajar. Charging case menambah total hingga 30 jam, cukup untuk pemakaian seminggu dengan intensitas sedang. Dukungan Bluetooth 6.0 dan Dual-Device Connectivity bekerja mulus; perpindahan audio dari laptop ke smartphone saat ada panggilan masuk terjadi otomatis tanpa jeda.
Nothing Ear (3a) adalah produk yang jujur dengan identitasnya. Ini bukan TWS untuk kamu yang menginginkan peredaman bising terbaik di kelasnya—itu bukan keunggulannya. Produk ini diciptakan untuk mereka yang sering melakukan panggilan di lingkungan bising, menginginkan desain yang berbeda dari pasaran, dan menghargai fleksibilitas koneksi multipoint.
Dengan harga Rp 1.699.000, kamu membayar untuk pengalaman dan fitur rekaman cerdas yang belum banyak dimiliki kompetitor. Namun, jika prioritas utama adalah ANC yang bungkam total atau baterai super awet, ada opsi lain yang lebih mumpuni di rentang harga yang sama. Ear (3a) direkomendasikan untuk profesional muda yang aktif bergerak dan membutuhkan alat komunikasi andal, bukan untuk audiophile yang mencari isolasi suara sempurna.