KALIMANTAN TIMUR — Pengumuman resmi dirilis Manchester City pada Senin (16/6) waktu setempat. Keputusan ini diambil setelah City rampung melakukan evaluasi internal terhadap struktur kepelatihan pasca-musim 2025/2026. Maresca bukan wajah baru di Etihad Stadium—ia sebelumnya pernah menjadi asisten pelatih dan pelatih tim U-23 sebelum akhirnya meniti karier di klub lain.
Dalam pernyataan resmi klub, Ketua Dewan Direksi Khaldoun Al-Mubarak menegaskan bahwa Maresca memiliki "kepribadian, semangat, dan kecerdasan" yang dibutuhkan untuk memimpin sisi teknis tim. Al-Mubarak menyebut kembalinya Maresca sebagai langkah wajar mengingat pengetahuannya yang mendalam tentang klub serta keselarasan pemikirannya dengan filosofi City.
CEO Ferran Soriano bahkan lebih tegas. Ia menggambarkan Maresca sebagai "pilihan utama" untuk mengemban tugas ini. Menurut Soriano, pengalaman sebelumnya serta peran berpengaruh Maresca selama masa-masa sebelumnya di klub menjadikannya kandidat paling tepat untuk memimpin fase berikutnya.
Maresca sendiri mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali ke klub yang membesarkan namanya. "Kesempatan melatih Manchester City merupakan tantangan yang luar biasa bagi saya," ujarnya dalam rilis resmi. "Saya mengenal klub ini dengan baik dan menyadari besarnya ambisi serta tuntutan yang ada."
Pelatih berusia 45 tahun itu juga menyoroti satu hal yang membedakan City dari klub lain: sistem kerja profesional dan stabilitas manajemen. Ia menekankan harapannya untuk memimpin tim meraih lebih banyak gelar dan menampilkan sepak bola menghibur yang layak bagi para pendukung.
City berharap kembalinya Maresca dapat memperkuat kesuksesan tim selama tahun-tahun mendatang. Target utamanya jelas: terus bersaing memperebutkan gelar domestik dan kontinental, sembari memperkuat identitas permainan menyerang yang sudah menjadi trademark The Citizens dalam beberapa musim terakhir.
Ini adalah ketiga kalinya Maresca bergabung dengan City dalam kariernya. Sebelumnya, ia pernah menjadi bagian dari staf pelatih Pep Guardiola dan kemudian menangani tim pengembangan klub. Karier kepelatihannya yang gemilang di luar City—termasuk menangani klub Serie A—menjadi modal utama sebelum kembali ke Manchester.