Razia Gabungan TNI-Polri di Lapas Kelas IIA Samarinda, Petugas Sita Dua Handphone dari Kamar Warga Binaan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Rabu, 03 Juni 2026 | 14:58:01 WIB
Petugas TNI-Polri mengamankan dua handphone saat razia mendadak di Lapas Kelas IIA Samarinda.

SAMARINDA — Dua unit telepon genggam berhasil diamankan petugas saat menggeledah blok hunian warga binaan di Lapas Kelas IIA Samarinda. Razia gabungan yang melibatkan TNI dan Polri itu menyasar sejumlah kamar secara mendadak.

Kronologi Penggeledahan: Petugas Bergerak Cepat ke Blok Hunian

Operasi dimulai sejak pagi hari. Petugas langsung menyisir setiap sudut kamar, mulai dari lemari, kasur, hingga celah-celah dinding. Dua handphone ditemukan di lokasi berbeda dalam satu blok yang sama.

“Barang bukti langsung kami sita dan akan dijadikan bahan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda melalui keterangan resmi. Pihaknya memastikan prosedur penggeledahan berjalan sesuai standar operasional.

Modus Penyembunyian: Di Balik Bantal dan Dalam Plastik Hitam

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua handphone disembunyikan dengan cara yang hampir sama. Satu unit ditemukan terbungkus plastik hitam di bawah bantal, sementara satu lainnya diselipkan di sela-sela pakaian dalam lemari besi.

Petugas tidak menemukan barang mencurigakan lain seperti narkoba atau senjata tajam dalam razia kali ini. Namun, penggeledahan tetap dilakukan secara menyeluruh di beberapa blok hunian yang dianggap rawan.

Apa Langkah Selanjutnya?

Pihak Lapas Kelas IIA Samarinda akan melakukan pemeriksaan terhadap pemilik handphone. Warga binaan yang kedapatan menyimpan barang elektronik tanpa izin bakal dikenakan sanksi sesuai aturan internal.

Razia serupa direncanakan kembali digelar secara berkala. “Kami tidak akan memberi ruang bagi pelanggaran. Operasi ini akan terus kami lakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban,” tegas Kalapas.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: kaltimpost.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top