Pencarian

Sekda Kukar: Pancasila Bintang Penuntun bagi 633 Etnis dan 17.000 Pulau di Tengah Ancaman Fragmentasi

Selasa, 02 Juni 2026 • 15:29:44 WIB
Sekda Kukar: Pancasila Bintang Penuntun bagi 633 Etnis dan 17.000 Pulau di Tengah Ancaman Fragmentasi
Sekda Kukar menegaskan Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah keberagaman etnis dan pulau.

TENGGARONG — Di tengah ancaman fragmentasi yang mengintai banyak negara multikultural, Indonesia tetap berdiri kokoh. Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Sunggono menyebut Pancasila sebagai perekat yang mampu menyatukan lebih dari 17.000 pulau dan 633 etnis yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Pancasila Bukan Sekadar Hiasan Dinding

"Pancasila merupakan bintang penuntun bagi kehidupan berbangsa. Hingga kini Pancasila telah membuktikan ketangguhan dalam mempersatukan beragam warna kehidupan," ujar Sunggono saat membacakan sambutan tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Yudian Wahyudi.

Dalam upacara yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" itu, Yudian menekankan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus menjadi momentum refleksi. Tujuannya memastikan api Pancasila terus menyala dalam jiwa setiap warga negara, bukan sekadar teks sejarah atau hiasan di dinding kantor.

Jangkar Moral di Era Disrupsi

Pancasila disebut berfungsi sebagai jangkar moral untuk menghadapi dinamika zaman, mulai dari disrupsi teknologi hingga tantangan geopolitik global. Yudian menegaskan bahwa peran Indonesia di kancah internasional, sesuai amanat Pembukaan UUD 1945, adalah ikut mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

"Pancasila menjadi dasar bagi kebijakan luar negeri Indonesia yang bebas aktif. Nilai musyawarah dan mufakat menjadi instrumen diplomasi penting untuk menjembatani perbedaan dan meredam konflik," kata Sunggono mengutip sambutan Yudian.

Ajakan untuk Generasi Muda

Yudian mengajak seluruh elemen bangsa, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup. Ia mendorong setiap nilai yang terkandung di dalamnya diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari, bukan sekadar dihafalkan.

Indonesia, dengan keberagaman etnis dan budayanya, dinilai menjadi contoh dunia tentang bagaimana perbedaan dapat disatukan dalam ikatan kebangsaan. Pancasila, menurut Yudian, adalah jawaban atas pertanyaan bagaimana menjaga keutuhan di tengah perbedaan yang membentang dari Aceh hingga Papua.

Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks