Pemprov Kaltim dan PLN Targetkan 27 Desa Terpencil Teraliri Listrik pada 2026, Sisakan 45 Desa Tak Terjamah

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 19:31:13 WIB
Pemprov Kaltim dan PLN menargetkan aliran listrik ke 27 desa terpencil pada 2026.

SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT PLN (Persero) mempercepat perluasan jaringan listrik ke wilayah-wilayah yang selama ini tidak tersentuh. Dari total 72 desa yang belum berlistrik, sebanyak 27 desa masuk dalam intervensi tahun depan.

"Saat ini masih terdapat 72 desa yang belum teraliri listrik, PLN mengintervensi 27 desa pada tahun ini sehingga menyisakan 45 desa," kata Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto di Samarinda, Selasa.

Mengapa 45 Desa Masih Gelap?

Sisa desa yang belum tersentuh listrik itu masuk kategori daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Jaringan konvensional PLN tidak bisa menjangkaunya karena medan yang sulit dan jarak yang ekstrem dari pusat pembangkit.

Pemprov Kaltim sudah menyiapkan program pra-PLN sebagai solusi sementara. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi andalan untuk mengatasi hambatan geografis di kawasan tersebut.

Kapasitas Listrik Kaltim-Kaltara: Masih Ada Cadangan 154 MW

Saat ini, total kapasitas listrik gabungan Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara mencapai 1.086 Megawatt (MW). Beban puncak tercatat 928 MW, sehingga masih terdapat cadangan daya sebesar 154 MW.

Cadangan ini disebut cukup untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat maupun industri komersial. Namun, pertumbuhan kebutuhan daya diproyeksikan naik 6,1 persen setiap tahunnya.

PLTA Batoq Kelo: Andalan untuk IKN dan Industri

Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pemerintah mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batoq Kelo berkapasitas 300 MW. Proyek ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan dari sektor rumah tangga, bisnis, fasilitas publik, smelter, hingga kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

"Pembangunan PLTA Batoq Kelo berkapasitas 300 Megawatt bisa mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan daya sebesar 6,1 persen," jelas Bambang.

Kehadiran PLTA ini juga diharapkan meningkatkan bauran energi bersih sekaligus mendukung target pengurangan konsumsi batu bara hingga 2045.

Komposisi Pasokan: 40 Persen Diesel, 60 Persen dari Swasta

Saat ini, sekitar 40 persen sumber pembangkit yang dioperasikan PLN masih menggunakan mesin diesel. Sisanya, 60 persen pasokan listrik dipasok oleh Independent Power Producer (IPP) atau produsen listrik swasta.

Selain desa, masih ada sejumlah dusun di Kalimantan Timur yang belum pernah menikmati listrik sama sekali. Pemerintah belum merinci target penanganan untuk wilayah setingkat dusun tersebut.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top