Pemkab Berau Dorong Festival Lesung Osap Jadi Daya Tarik Wisata Budaya, Tradisi Syukur Pascapanen Suku Dayak

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 25 Mei 2026 | 14:20:07 WIB
Festival Lesung Osap di Berau menampilkan tradisi syukur pascapanen Suku Dayak secara kolosal.

Asisten I Sekretaris Pemkab Berau Hendratno menyatakan apresiasi terhadap warga yang terus mempertahankan adat istiadat di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya soal identitas, tetapi juga potensi ekonomi yang bisa menarik wisatawan mancanegara maupun domestik.

Mengapa Festival Lesung Osap Spesial?

Festival Lesung Osap merupakan ritual warisan turun-temurun masyarakat Kampung Bena Baru, yang merupakan pusat komunitas Suku Dayak terbesar di Kabupaten Berau. Tradisi ini digelar sebagai bentuk syukur atas hasil pertanian yang diperoleh setiap tahun.

"Saya terima kasih kepada masyarakat dan para tokoh adat yang terus menjaga budaya agar tetap lestari hingga saat ini. Kegiatan budaya seperti Lesung Osap tidak hanya menjaga tradisi leluhur, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Berau," ujar Hendratno di Berau, Senin.

Rangkaian Ritual: Dari Membuka Lahan hingga Menumbuk Padi

Rangkaian festival berlangsung selama tiga hari. Hari pertama diisi pembukaan, olahraga tradisional, dan pertunjukan seni budaya. Hari kedua berlanjut dengan perlombaan olahraga tradisional dan pentas seni. Puncak acara pada hari ketiga difokuskan pada syukuran pascapanen dan penutupan festival.

Salah satu atraksi utama adalah tarian kolosal yang menggambarkan perjalanan hidup masyarakat Dayak Kenyah dalam bercocok tanam padi. Tarian ini terdiri dari beberapa babak: Kancet Ajai yang melambangkan semangat membuka lahan, Ledek yang menggambarkan membersihkan lahan, dan Nogan yang menceritakan proses menanam padi secara gotong royong.

Simbol Rasa Syukur dalam Gerak dan Irama

Tarian dilanjutkan dengan Tari Majau yang menggambarkan panen bersama, lalu Tari Datun sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen. Tak ketinggalan, pertunjukan Mejung Lesung yang menggambarkan aktivitas mengangkat lesung—alat tradisional pengolahan padi—dan ditutup dengan Mecaq Ontad, tradisi menumbuk padi di lesung.

"Kampung Bena Baru merupakan salah satu pusat komunitas dari Suku Dayak terbesar di Kabupaten Berau. Bena Baru masih kuat mempertahankan adat dan budaya hingga sekarang. Ini harus mendapat apresiasi," tambah Hendratno.

Potensi Wisata Budaya di Tengah Keindahan Alam Berau

Pemkab Berau menilai wisata budaya memiliki daya saing yang setara dengan keindahan alam laut hingga pegunungan yang sudah dikenal luas. Dengan mengemas tradisi lokal dalam festival tahunan, daerah ini berharap bisa memperpanjang masa tinggal wisatawan dan meningkatkan pendapatan masyarakat kampung.

Festival Lesung Osap diharapkan menjadi agenda tetap kalender pariwisata Berau, sekaligus menjaga agar warisan leluhur tidak punah di era digital.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top