Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat membuka IPA Convention and Exhibition 2026 di ICE BSD. Mulanya, ia memuji penemuan blok gas baru di Kalimantan Timur oleh ENI dan Petronas, yang diperkirakan menghasilkan 5 TCF gas dan 200.000 barel kondensat. Tiba-tiba, ia memanggil Rudy yang duduk di barisan depan.
"Ini gubernurnya nih, ada gubernurnya. Pak Rudy, berdiri Pak Rudy. Ini Gubernur Kalimantan Timur yang lagi viral," canda Bahlil, disambut tawa hadirin.
Bahlil kemudian menegaskan bahwa menjadi pejabat publik tidak lepas dari sorotan. "Pak Rudy, kalau kita jadi pejabat nggak viral itu nggak top. Karena kita viral, maka kita top. Plus minus itu biasa. Tinggal bagaimana cara kita memitigasi dan mensiasati," katanya.
Dukungan Bahlil muncul di tengah polemik kebijakan Rudy sebagai gubernur. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah pengadaan mobil dinas senilai Rp 8,5 miliar. Rudy sempat membela diri dengan menyebut pembelian itu sesuai aturan dan untuk menjaga marwah daerah, namun akhirnya mobil tersebut dikembalikan setelah dikritik habis-habisan.
Tak berhenti di situ, Rudy kembali menjadi sasaran kemarahan publik setelah anggaran renovasi rumah dinas gubernur sebesar Rp 25 miliar terungkap. Kebijakan itu memicu aksi demonstrasi dari sejumlah elemen masyarakat yang menilai pengeluaran tersebut tidak tepat di tengah kebutuhan dasar warga yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil menyemangati Rudy agar tak gentar menghadapi dinamika politik dan kritik publik. Ia meyakini kader partainya itu mampu melewati tekanan. "Nggak apa-apa lah," ucap Bahlil singkat, menegaskan bahwa mundur bukanlah opsi bagi seorang kader Golkar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Gubernur Rudy Mas'ud menanggapi dukungan ketua umum partainya. Publik Kaltim masih menunggu langkah konkret Rudy dalam merespons tuntutan transparansi dan evaluasi kebijakan yang dianggap kontroversial.