SAMARINDA — Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Kalimantan Timur resmi membuka Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dirangkai dengan sarasehan lintas generasi. Agenda yang berlangsung di Aula Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) pada Jumat (8/5/2026) ini bertujuan memperkokoh struktur organisasi di tingkat wilayah.
Ketua DPD IMM Kaltim, Andri Rifandi menegaskan bahwa pertemuan besar ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Rakorda menjadi momentum krusial bagi Bumi Etam untuk menunjukkan kesiapan logistik dan sumber daya manusia di level nasional.
“Ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi kami untuk memantapkan diri sebagai kandidat tuan rumah Muktamar Nasional IMM,” ujar Andri di sela-sela pembukaan kegiatan.
Persiapan tersebut dilakukan dengan melibatkan seluruh perwakilan cabang IMM se-Kaltim. Melalui koordinasi yang matang, IMM Kaltim optimistis mampu membawa agenda akbar mahasiswa Muhammadiyah se-Indonesia tersebut ke provinsi ini pada periode mendatang.
Selain membahas agenda internal, forum ini menjadi ruang temu antara kader aktif dengan para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang. Panitia menghadirkan tokoh-tokoh senior untuk berbagi pengalaman mengenai peta politik, akademisi, hingga dunia kewirausahaan.
Beberapa tokoh yang hadir di antaranya mantan Ketua Umum DPP IMM periode 1997-1999 Syahril Syah, Ketua Forum Komunikasi Alumni IMM Kaltim Masykur Sarmian, serta sejumlah demisioner ketua wilayah seperti Fitroh Asriadi dan Zainuddin.
“Alumni yang hadir malam ini merupakan tokoh-tokoh yang memiliki pengalaman di bidang politik, ideologi, akademisi, hingga entrepreneur,” kata Andri menjelaskan alasan pelibatan para senior dalam sarasehan tersebut.
Rangkaian kegiatan bertema “Gerak Bersama Membangun IMM Kaltim” ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (10/5/2026). Setelah pembukaan di UMKT, fokus pembahasan organisasi akan bergeser ke lokasi lain.
Andri menjelaskan bahwa agenda rapat koordinasi teknis selanjutnya akan dipusatkan di Balai Lansia ’Aisyiyah Kaltim. Di sana, para pimpinan cabang akan merumuskan program kerja strategis serta penguatan ideologi bagi kader akar rumput.
Melalui forum ini, DPD IMM Kaltim juga berupaya mengenalkan kembali sejarah panjang perjalanan organisasi kepada para kader muda. Sinergi antara pimpinan wilayah Muhammadiyah dan mahasiswa diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pembangunan daerah di Kalimantan Timur.