BERAU — Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, menjelaskan bahwa pemberdayaan perempuan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan. Menurutnya, program yang efektif juga harus mencakup pembangunan kepercayaan diri, perluasan akses terhadap peluang usaha, serta penguatan jejaring sosial dan ekonomi.
Program SIAP BERDAYA dirancang melalui berbagai kegiatan, mulai dari edukasi, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, penguatan jejaring, hingga pengembangan potensi ekonomi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik daerah. Pendekatan ini menyasar perempuan yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
Perempuan sebagai Pilar Utama Pembangunan Keluarga
Marliana menegaskan bahwa perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan keluarga dan masyarakat. Karena itu, diperlukan program yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar perempuan mampu berkembang secara mandiri dan produktif.
"Perempuan merupakan salah satu pilar utama pembangunan keluarga dan masyarakat. Karena itu, diperlukan program yang tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga pendampingan berkelanjutan agar perempuan mampu berkembang secara mandiri dan produktif," ujarnya.
IPPRISIA Kaltim berharap program tersebut dapat disinergikan dengan berbagai program pemberdayaan perempuan yang selama ini telah dijalankan Pemerintah Kabupaten Berau. Dengan demikian, manfaat program diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan dukungan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi.
DPPKB P3A Berau Sambut Baik Inisiatif Kolaborasi
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPPKB P3A Kabupaten Berau, Warji, didampingi Sekretaris DPPKB P3A, Halijah, beserta jajaran, menyambut baik inisiatif yang dibangun IPPRISIA Kaltim. Audiensi berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas berbagai peluang kerja sama.
Pembahasan mencakup penguatan kapasitas perempuan, peningkatan keterampilan ekonomi produktif, serta dukungan terhadap kelompok perempuan rentan. Kedua pihak sepakat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat merupakan salah satu faktor penting dalam mempercepat terwujudnya perempuan yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.
Dorong Pembentukan DPC IPPRISIA Kabupaten Berau
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk mendukung dan memfasilitasi pembentukan DPC IPPRISIA Kabupaten Berau sebagai perpanjangan tangan DPD IPPRISIA Provinsi Kalimantan Timur. Langkah ini dinilai penting agar pelaksanaan program dapat berjalan efektif dan efisien di tingkat kabupaten.
Ke depan, hasil audiensi ini diharapkan menjadi langkah awal bagi pengembangan program pemberdayaan perempuan di Kabupaten Berau yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan keluarga.