BALIKPAPAN — Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Gasali menyoroti ketimpangan antara perbaikan fisik sekolah dengan ketersediaan guru di wilayahnya. Ia menilai revitalisasi gedung tanpa diimbangi penambahan tenaga pendidik tidak akan optimal meningkatkan kualitas belajar siswa.
“Kami mengapresiasi bantuan revitalisasi sekolah dari Kemendikdasmen. Namun, tenaga pengajar juga perlu mendapat perhatian serius,” ujar Gasali dalam keterangannya, Senin (10/3/2025).
Kebutuhan Guru di Balikpapan Masih Tinggi
Menurut Gasali, beberapa sekolah di Balikpapan masih kekurangan guru, terutama untuk mata pelajaran tertentu. Kondisi ini membuat beban kerja guru yang ada menjadi lebih berat dan berpotensi menurunkan efektivitas pembelajaran.
“Kami berharap Kemendikdasmen tidak hanya mengirimkan bantuan fisik, tapi juga memperhatikan kuota guru. Jangan sampai infrastruktur bagus, tapi proses belajar mengajar terganggu karena kurangnya tenaga pengajar,” tambahnya.
Apa Langkah DPRD Selanjutnya?
Komisi IV DPRD Balikpapan berencana mengagendakan rapat dengan Dinas Pendidikan setempat untuk memetakan secara detail jumlah kekurangan guru di setiap jenjang sekolah. Data ini nantinya akan menjadi dasar pengajuan usulan ke pemerintah pusat.
Gasali menegaskan, pihaknya akan terus mengawal persoalan ini hingga ada kepastian penambahan alokasi guru dari Kemendikdasmen. “Kami ingin memastikan anak-anak di Balikpapan mendapatkan hak pendidikan yang layak, baik dari segi fasilitas maupun tenaga pengajar,” pungkasnya.