SENDAWAR — PABSI Kutai Barat tidak ingin sekadar menjadi peserta di ajang Porprov Kaltim 2026. Target dua medali emas sudah dipatok, dan seluruh atlet yang dipersiapkan mulai digenjot dengan program latihan khusus sejak beberapa pekan terakhir.
Mengapa Target Dua Emas Realistis?
Ketua PABSI Kutai Barat menyebutkan bahwa dua dari 12 atlet yang tengah menjalani pemusatan latihan memiliki catatan prestasi di tingkat regional. Atlet-atlet tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di kelasnya masing-masing.
Target dua emas ini merupakan angka yang lebih tinggi dari capaian Porprov sebelumnya. Peningkatan target menunjukkan adanya optimisme dari pengurus terhadap kualitas latihan dan pembinaan yang dilakukan.
Program Latihan: Fokus pada Teknik dan Fisik
Latihan yang dijalani para atlet tidak hanya berfokus pada kekuatan fisik. Teknik angkatan, keseimbangan, dan mental bertanding juga menjadi perhatian utama pelatih. Program ini dirancang agar atlet mencapai puncak performa tepat saat kompetisi berlangsung.
Para atlet berlatih secara rutin setiap hari di tempat latihan yang sudah disediakan oleh pengurus cabang olahraga tersebut. Latihan dibagi dalam beberapa sesi untuk menghindari cedera dan menjaga kondisi tubuh tetap prima.
Apa Saja yang Dipersiapkan Selain Fisik?
Selain latihan fisik dan teknik, PABSI Kutai Barat juga mempersiapkan aspek administratif dan perlengkapan bertanding. Pengurus memastikan setiap atlet terdaftar resmi dan memenuhi persyaratan kelas yang akan diikuti.
Pendanaan untuk persiapan ini berasal dari anggaran organisasi dan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. PABSI berharap dukungan ini bisa terus berlanjut hingga hari pelaksanaan Porprov.
Langkah Selanjutnya: Uji Coba dan Seleksi Akhir
Dalam waktu dekat, PABSI Kutai Barat berencana menggelar uji coba internal untuk mengukur perkembangan atlet. Hasil uji coba ini akan menjadi bahan evaluasi sebelum menentukan komposisi atlet yang akan diberangkatkan ke Paser.
Porprov Kaltim 2026 sendiri menjadi ajang bergengsi bagi para atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan. Bagi Kutai Barat, ajang ini sekaligus menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga angkat besi di kabupaten tersebut.