KALIMANTAN TIMUR — BRI merancang program ini agar proses pencairan dana tidak berbelit. Setelah dokumen persyaratan dinyatakan lengkap, uang bisa diterima nasabah dalam waktu paling cepat satu hari kerja. "Kami memahami bahwa kebutuhan finansial pekerja tidak selalu dapat diprediksi. Mulai dari kebutuhan pendidikan anak, renovasi rumah, hingga kebutuhan keluarga yang mendesak," ujar Director of Consumer Banking BRI, Aris Hartanto, dalam keterangan resmi.
Calon debitur cukup mengunjungi kantor cabang BRI terdekat, mengisi formulir, dan melengkapi dokumen yang diminta. Keunggulan lain, pinjaman ini tidak memerlukan agunan alias tanpa jaminan aset.
Siapa yang Bisa Mengajukan?
Program ini terbuka bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berusia minimal 21 tahun saat pengajuan. Untuk karyawan CASN, ASN, TNI, dan Polri, batas usia diturunkan menjadi 18 tahun. Syarat utamanya, pemohon harus berstatus karyawan aktif dan memiliki payroll gaji di BRI—atau bersedia memindahkan payroll ke bank pelat merah tersebut.
BRI Multiguna Karya juga menawarkan biaya kredit yang kompetitif. Dengan tenor mencapai 15 tahun, cicilan bulanan bisa lebih ringan dibanding pinjaman jangka pendek.
Momen Pancasila untuk Perluas Akses
Peluncuran program ini bertepatan dengan peringatan Hari Lahir Pancasila. BRI menyebut momen tersebut sebagai pendorong untuk memperluas akses pembiayaan bagi pekerja di berbagai sektor. Hingga April 2026, bank berkode saham BBRI ini sudah mencatatkan outstanding pinjaman Multiguna sebesar Rp 215,4 triliun dari 1,34 juta debitur.
Angka itu menunjukkan tingginya permintaan kredit konsumtif dari kalangan pekerja, terutama untuk kebutuhan yang tidak bisa ditunda seperti biaya sekolah anak masuk tahun ajaran baru atau renovasi rumah mendadak. BRI berharap produk ini bisa menjadi solusi finansial yang tepat waktu bagi pekerja Indonesia.