KUTAI BARAT — Pemasangan rigid beton di jalur Simpang (Sp) Belusuh–Sp Damai, Kutai Barat, berjalan beriringan dengan pembenahan sistem drainase. Langkah ini diambil BBPJN Kalimantan Timur agar umur teknis jalan lebih panjang dan tidak cepat rusak akibat genangan.
Mengapa Drainase Jadi Prioritas?
Air yang menggenang di bahu jalan menjadi ancaman utama bagi konstruksi rigid beton. Jika drainase tidak memadai, air bisa meresap ke lapisan dasar jalan dan memicu kerusakan struktural sebelum masa pakainya habis.
Oleh karena itu, BBPJN Kaltim memastikan saluran air di kiri-kanan ruas Sp Belusuh–Sp Damai dikerjakan bersamaan. Pekerjaan ini mencakup pembuatan saluran baru dan pembersihan saluran eksisting agar aliran air lancar menuju sungai terdekat.
Progres Pengerjaan di Lapangan
Di sejumlah titik, terlihat alat berat sedang menggali tanah untuk membuat saluran drainase baru. Sebagian ruas lain sudah mulai dicor dengan rigid beton setelah saluran air rampung.
“Pekerjaan drainase ini penting untuk menjaga agar rigid beton yang sudah dipasang tidak cepat mengalami penurunan kualitas,” ujar perwakilan BBPJN Kaltim di lokasi proyek.
Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan konektivitas dan kualitas jalan di wilayah pedalaman Kalimantan Timur, khususnya Kutai Barat yang kerap dilintasi kendaraan berat pengangkut hasil tambang dan perkebunan.
Apa Dampaknya bagi Pengguna Jalan?
Dengan drainase yang baik, risiko genangan air di permukaan jalan saat hujan deras bisa ditekan. Ini berarti pengendara tidak perlu khawatir jalan licin atau tergenang yang bisa membahayakan keselamatan.
Selain itu, perawatan jalan ke depan diharapkan lebih minimal. BBPJN Kaltim menargetkan ruas Sp Belusuh–Sp Damai bisa bertahan lebih lama tanpa perlu tambal sulam dalam waktu dekat.
Target Penyelesaian
Pengerjaan drainase dan rigid beton di jalur ini ditargetkan rampung sesuai jadwal kontrak. BBPJN Kaltim terus memantau progres harian agar tidak ada keterlambatan yang merugikan masyarakat.
Ruas Sp Belusuh–Sp Damai sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Kutai Barat dengan pusat kota. Jalan yang mulus dan bebas genangan akan memperlancar distribusi logistik dan mobilitas warga.