SPS Awards 2026 di Samarinda Tutup HUT ke-80 SPS, 3 Penghargaan Utama Diberikan ke Insan Pers dan Mitra Daerah

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 07 November 2026 | 11:46:32 WIB
Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menyampaikan sambutan dalam puncak perayaan HUT ke-80 SPS di Samarinda, Jumat (6/11/2026).

SAMARINDA — Puncak perayaan HUT ke-80 SPS berlangsung Jumat malam (6/11/2026) dengan agenda rapat kerja nasional, dialog media, hingga kunjungan lapangan ke IKN. Ketua SPS Kaltim Ajid Kurniawan menyebut rangkaian acara dirancang agar peserta dari berbagai daerah mendapat gambaran faktual perkembangan ibu kota baru.

Mengapa SPS Kaltim "Menjual" IKN ke Peserta Nasional

Ajid menyatakan keputusan memboyong perhelatan nasional ke Kalimantan Timur adalah strategi sadar untuk memperkenalkan babak baru peradaban Indonesia. Ia menyebut peserta telah diajak berkunjung langsung ke kawasan IKN sebelum malam puncak.

"Kami 'menjual' IKN agar teman-teman SPS dari seluruh provinsi di Indonesia semangat dan tertarik untuk datang ke Kaltim. Tadi teman-teman sudah kita ajak berkunjung langsung ke IKN, dan inilah yang kita harapkan agar mereka mendapat gambaran faktual bagaimana progres perkembangan dari Ibu Kota Nusantara," ujar Ajid Kurniawan.

Isu energi dan episentrum pembangunan nasional di Kaltim menjadi tema yang diangkat dalam dialog media. Ajid menilai dua isu itu paling relevan bagi pengusaha media yang ingin membaca arah ekonomi daerah ke depan.

Tata Kelola Jadi Kunci Media yang Berkelanjutan

Ajid menekankan pentingnya ekosistem kolaborasi berkelanjutan antara perusahaan pers, korporasi mitra, dan pemerintah daerah. Tata kelola yang baik dinilai sebagai penentu utama eksistensi industri media di tengah dinamika zaman.

"Bahasa sustainable ini sedang dan memang harus menjadi tagline di mana pun. Media sebagai pengusaha tentu berharap media yang berkelanjutan, begitu pula korporasi dan pemerintah. Kuncinya yang kami serap dari diskusi adalah tata kelola yang baik dan implementasinya di lapangan," tambahnya.

Dua Kategori Penghargaan di SPS Awards 2026

Ketua Umum SPS Januar P Ruswita menjelaskan penganugerahan malam itu dibagi ke dalam dua kategori besar. Kategori pertama adalah penghargaan produk jurnalistik yang mencakup Indonesia Print Media Awards (IPMA), In-house Magazine Awards (InMA), Indonesia Young Readers Awards (IYRA), Indonesia Digital Media Awards (IDMA), dan Indonesia Student Media Awards (ISMA).

Kategori kedua berupa penghargaan khusus, yakni Citra Sinergi Awards, Citra Dana Awards, serta Special Awards bagi tokoh dan lembaga pendukung ekosistem pers. Januar menyebut penghargaan diberikan kepada korporasi, pimpinan daerah, dan institusi yang konsisten mendukung ekosistem pers.

"SPS meyakini dari Bumi Etam ini bisa lahir gagasan-gagasan terbaik untuk keberlanjutan industri media dan kemajuan pers nasional. Melalui SPS Awards, kami ingin mengapresiasi produk jurnalistik berkualitas sekaligus memberikan penghargaan kepada korporasi, pimpinan daerah, dan institusi yang konsisten mendukung ekosistem pers," ungkap Januar P. Ruswita.

Pemprov Kaltim Sebut Pers Mitra Strategis di Era IKN

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim Ririn Sari Dewi hadir mewakili Gubernur dan menyampaikan apresiasi atas dedikasi delapan dekade SPS merawat kebebasan pers yang sehat, profesional, dan bermartabat. Ia menilai tema perayaan "Pers Maju Bersama Bangsa Menuju Ibu Kota Nusantara" selaras dengan posisi strategis Kaltim saat ini.

Pemprov memandang insan pers bukan sekadar penyampai informasi, melainkan mitra strategis dalam mengawal transparansi kebijakan serta menyuarakan aspirasi publik. Kritik dan masukan dinilai bagian penting dari pemerintahan yang terbuka dan responsif.

"Kami memandang pers sebagai mitra strategis pemerintah. Kritik, masukan, dan pemberitaan yang objektif merupakan bagian penting dalam membangun pemerintah yang terbuka, responsif, dan bertanggung jawab," ujar Ririn Sari Dewi.

Ririn berharap insan pers di Kaltim dan seluruh Indonesia terus memegang prinsip akurasi, independensi, serta etika jurnalistik di tengah gempuran disinformasi digital. Menurutnya, kepercayaan masyarakat adalah modal utama menjalankan tugas jurnalistik, dan kecepatan informasi harus tetap berjalan seiring kebenaran serta tanggung jawab.

"Kepercayaan masyarakat adalah modal utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Bukan hanya kecepatan informasi yang penting, tapi juga kebenaran, akurasi, dan tanggung jawab. Mari kita terus menjaga komunikasi dan memperkuat kolaborasi untuk membangun daerah," pungkasnya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: swarakaltim.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top