KALIMANTAN TIMUR — bp dan INPEX dijadwalkan memulai survei seismik di wilayah Agung 1 dan Agung 2, utara Bali, pada November 2026. Persiapan tengah berjalan, termasuk mobilisasi kapal survei menuju perairan Indonesia. Kegiatan eksplorasi ini menjadi sinyal meningkatnya minat perusahaan migas global kembali berburu cadangan di Tanah Air.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyatakan kapal survei untuk kegiatan seismik bp dan INPEX masih dalam perjalanan menuju Indonesia. Persiapan seismik di kedua titik itu disebutnya sedang berlangsung dan diharapkan membuahkan penemuan cadangan baru.
"bp sama INPEX bulan depan itu akan melakukan seismik di Agung 1, Agung 2, di utara Bali. Sekarang sedang persiapan, kapalnya sedang menuju ke sini, persiapan seismiknya sedang berjalan. Insya Allah itu juga bisa discovery," ujar Djoko saat ditemui dalam acara FOREK Hulu Migas 2026, Kamis (29/10).
Selain di utara Bali, INPEX bersama bp juga menyiapkan kegiatan eksplorasi di wilayah Blok Barong. Dua perusahaan ini memang tercatat berpartner dalam sejumlah proyek hulu migas di Indonesia.
Survei seismik menjadi tahap awal sebelum pengeboran sumur eksplorasi. Hasilnya menentukan apakah struktur bawah permukaan di Agung 1 dan Agung 2 cukup menjanjikan untuk dikembangkan secara komersial.
Djoko menjelaskan, ketertarikan perusahaan migas dunia untuk berkegiatan di Indonesia terus naik. Mereka paling tidak melirik potensi yang ada lewat joint study.
"Untuk joint-joint study cukup banyak. Nanti pada waktunya akan disampaikan oleh Dirjen Migas. Tapi paling tidak, ada beberapa KKKS besar yang sudah berminat untuk melakukan joint study, berpartner, dan perusahaan lokal juga ikut di situ," jelasnya.
Sejumlah rencana kemitraan sudah teridentifikasi. Pertamina dan Petronas disebut akan bekerja sama di dua blok offshore di Maluku Utara, yakni West Kolaka dan East Kolaka.
Kemitraan lain melibatkan Pertamina dan INPEX di wilayah Mambruk, Papua Tengah. Ada pula rencana kerja sama Total dan Petronas di Blok Tanah Besar serta Kali Besar, dan Petronas dengan Chevron di wilayah Padang.
Petronas juga menyiapkan joint study di East Kabayan, North Kabayan, South Kabayan, dan Sebira yang berada di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Djoko menegaskan, seluruh rencana kemitraan itu membuka peluang bagi perusahaan nasional untuk terlibat dalam eksplorasi migas. "Kesemuanya akan juga berpartner dengan perusahaan nasional," tegasnya.
Pemerintah mendorong kolaborasi antara perusahaan migas internasional dan perusahaan nasional untuk menaikkan investasi sekaligus memperkuat kegiatan eksplorasi hulu migas. Bagi Indonesia, tambahan penemuan cadangan menjadi kunci menahan laju penurunan produksi migas nasional.