BONTANG — Sekretaris Disdikbud Bontang Saparuddin menyatakan pihaknya telah mengeluarkan arahan agar sekolah mempertimbangkan PJJ ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk belajar tatap muka. Kewenangan memutuskan tetap berada di tangan masing-masing sekolah.
"Kami sudah kasih arahan, tinggal sekolah memutuskan seperti apa. PJJ atau tidak," kata Saparuddin, Jumat (30/10/2026).
SD YPPI Bontang, sekolah di Kelurahan Bontang Lestari, menghentikan sementara pembelajaran tatap muka. Kepala SD YPPI Bontang Fajrin menyebut lokasi sekolah berdekatan dengan kawasan Nyerakat Kiri yang mengalami kebakaran lahan berturut-turut sejak 25 hingga 28 Oktober 2026.
Paparan asap dinilai berisiko bagi kesehatan siswa maupun tenaga pendidik jika aktivitas belajar tetap dipaksakan di sekolah. Pihak sekolah memilih mengutamakan keselamatan warga sekolah selama udara belum membaik.
"Iya, sekolah kami libur dari Kamis kemarin sampai Sabtu ini. Nanti tergantung apakah diperpanjang sampai minggu depan atau tidak, melihat kondisi cuaca lagi," ujar Fajrin.
Selama masa libur tatap muka, sistem PJJ diserahkan kepada masing-masing guru. Metodenya bervariasi, mulai dari zoom meeting hingga pemberian penugasan kepada murid.
Pola itu membuat beban pengaturan belajar berpindah ke tingkat kelas, bukan seragam di seluruh sekolah. Orang tua di Bontang Lestari pun perlu menyesuaikan kembali jadwal pendampingan anak di rumah.
Belum ada keputusan resmi soal perpanjangan libur di SD YPPI Bontang. Sekolah akan mengevaluasi kondisi cuaca dan kabut asap sebelum menetapkan apakah pembelajaran tatap muka bisa digelar pekan depan.
Disdikbud Bontang juga belum mengeluarkan instruksi penutupan menyeluruh. Arahan yang berlaku saat ini bersifat situasional, mengikuti perkembangan kualitas udara di masing-masing lingkungan sekolah.
Kebakaran lahan di kawasan Nyerakat Kiri tercatat berlangsung empat hari, dari 25 sampai 28 Oktober 2026, dan menjadi pemicu langsung perubahan aktivitas belajar di Bontang Lestari.